Gresik (beritajatim.com) – Gulat Okol di Gresik digelar kembali setelah dua tahun lamanya vakum akibat pandemi Covid-19. Tradisi asal Desa Setro, Kecamatan Menganti tersebut digelar bersamaan dengan momen Sedekah Bumi.
Gelaran Gulat Okol tersebut sangat meriah. Ribuan warga menyemut di Balai Desa Setro untuk menyaksikan gelaran tersebut, yang merupakan rangkaian dari Sedekah Bumi.
Kegiatan diawali dengan kegiatan sedekah bumi warga Desa Setro. Kemudian dilanjut dengan kirab warga yang berakhir di Balai Desa Setro.
Gunungan berisi hasil bumi dan tumpeng serta berbagai kerajinan yang menggunakan plastik yang didaur ulang diarak oleh warga.
Gulat Okol yang menjadi tradisi asli Desa Setro ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada Desember 2021. Tradisi ini pun ditampilkan warga di atas mobil bak terbuka.
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah (Bu Min) yang hadir dalam sedekah bumi ini memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Menurutnya, Gulat Okol Desa Setro merupakan budaya yang menarik dan banyak manfaatnya.
“Saya berharap budaya Okol Desa Setro ini bisa terus lestari hingga ke masa yang akan datang,” ujarnya, Senin (10/10/2022).
Wabup perempuan pertama di Gresik itu menambahkan, momen-momen seperti ini mengingatkan kita kembali pada nilai-nilai gotong royong, dan rasa syukur terhadap nikmat sudah diberikan kepada kita semua.
“Tasyakuran seperti ini selain kita menjalin silaturahmi sesama warga, juga merupakan bentuk rasa syukur karena kita sudah diberikan Allah SWT atas kesehatan dan tanah yang subur,” imbuhnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Setro yang juga anggota DPRD Gresik, Wongso Noto Negoro menyatakan Gulat Okol merupakan kegiatan olahraga untuk mengungkapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan hasil panen.
“Yang unik dari tradisi gulat okol ini diikuti anak-anak hingga remaja bahkan rumah tangga,” ungkapnya.
Gulat tradisional ini, diiringi musik gamelan. Gulat dipimpin dua juri atau pelandak untuk menjaga sportivitas pertandingan.
“Gulat okol menjadi kebanggaan warga karena turut serta melestarikan tradisi warisan nenek moyang.Tradisi warisan nenek moyang ini mengandung filosofis dan karakter warga Gresik yang menjunjung tinggi kebersamaan, dan kekompakan warga,” tandas Wongso. [dny/beq]






