Blitar (beritajatim.com) – Aksi pencurian dengan pemberatan (curat) terjadi di gudang makanan ringan di Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, menjelang Lebaran 2026. Pelaku membobol gudang dan mencongkel brankas berisi uang sekitar Rp200 juta.
Peristiwa ini pertama kali diketahui karyawan bagian administrasi yang mendapati kondisi ruang kantor dalam keadaan berantakan. Kaca jendela ditemukan pecah, sementara brankas penyimpanan uang dalam kondisi rusak dan isinya telah raib.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), pelaku terlihat beraksi seorang diri. Terduga berinisial AF diduga telah memahami kondisi lokasi karena langsung menuju titik penyimpanan uang. Bahkan, pelaku sempat menggeser arah kamera CCTV untuk menghindari sorotan penuh.
“Pelaku menggunakan modus memanjat tembok setinggi 5 meter dengan bantuan pagar yang dijadikan tangga. Setelah berhasil masuk ke area gudang, pelaku menjebol jendela dan merusak brankas,” ungkap Kasihumas Polres Blitar, Aiptu Muheni, Rabu (18/3/2026).
Menindaklanjuti laporan korban ke Mapolsek Garum, tim Satreskrim Polres Blitar langsung melakukan penyelidikan intensif. Berbekal rekaman CCTV dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas berhasil mengidentifikasi dan mengamankan pelaku.
“Satreskrim bergerak cepat guna mengamankan pelaku. Saat ini, terduga pelaku sudah berada di Mapolres Blitar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” jelasnya.
Polisi masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap AF untuk mengungkap motif serta kemungkinan adanya pelaku lain dalam aksi tersebut.
Beruntung, uang senilai Rp200 juta yang sempat dikuasai pelaku berhasil diamankan sebelum digunakan. Uang tersebut diketahui akan digunakan untuk transaksi pembayaran kepada perusahaan mitra.
Aiptu Muheni mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan, terutama menjelang Lebaran.
“Masyarakat dihimbau waspada terhadap aksi kejahatan dengan beragam modus, terutama menjelang Lebaran. Pastikan penggunaan kamera pengawas (CCTV) dipasang di lokasi yang tepat dan tersembunyi agar memudahkan penyelidikan jika terjadi hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. [owi/beq]






