Surabaya (beritajatim.com) – Gudang penyimpanan bahan peledak di Mako Brimob jalan Gresik, Surabaya yang meledak pada Senin (04/03/2024) ternyata tidak dibuka sama sekali dalam waktu 1 bulan. Padahal biasanya dalam jangka waktu 1 minggu sekali gudang dibuka agar tidak lembab dan panas.
Kombes Pol Suryo Sudarmanto, Komandan Satuan Brimob Polda Jawa Timur, Kombes Pol Suryo Sudarmanto mengakui bahwa dalam 1 bulan waktu ke belakang, gudang penyimpanan bahan peledak dan mortir temuan masyarakat itu tidak dibuka sama sekali.
“Dalam waktu seminggu itu tidak ada sirkulasi udara itu kan karena ruangannya juga ventilasinya terbatas karena memang untuk gudang ya. Sehingga kalau ruangan lama nggak dibuka kan panasnya sangat tinggi. Apalagi jam-jam 10 jam itu lagi panas-panasnya,” kata Suryo Sudarmanto.
Suryo menjelaskan, bahwa biasanya bahan peledak yang disimpan di gudang didisposal dalam periode tertentu agar gudang penyimpanan tidak penuh dengan bahan peledak dan membahayakan. Rencananya, bahan peledak yang disimpan di gudang mako Brimob itu akan didisposal dalam waktu seminggu kemudian.
“Di dalam itu ada 1 kilogram bahan peledak. Selama 2023 kemarin kita ada 3 bulan sekali melakukan didisposal kepada bahan peledak yang disimpan di gudang,” imbuh Suryo.
Kedepannya, Mako Brimob Jalan Gresik Surabaya akan membuat gudang penyimpanan bahan peledak yang lebih layak. Apalagi, gudang penyimpanan bahan peledak yang sekarang berdiri di tengah-tengah pemukiman padat penduduk.
“Kami akan membuat gudang yang lebih bagus lagi dan mungkin lebih jauh dari bangunan ini,” pungkasnya. [ang/but]






