Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyematkan Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya dari Presiden RI, Prabowo Subianto, kepada 196 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Jawa Timur pada Rabu (13/8/2025). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas pengabdian ASN dengan masa kerja 10, 20, dan 30 tahun.
Penganugerahan tahap pertama ini dipimpin langsung oleh Khofifah sebagai inspektur upacara di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Sebagai pembuka, protokol upacara membacakan amanat Presiden RI Prabowo Subianto terkait penganugerahan tanda kehormatan tersebut.
“Kesatu, menganugerahkan tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya masa kerja 30 tahun,” ujar protokol upacara melalui pengeras suara.
Dari total penerima, 126 ASN menerima penghargaan untuk masa kerja 10 tahun, 22 ASN untuk masa kerja 20 tahun, dan 47 ASN untuk masa kerja 30 tahun.
Dalam sambutannya, Khofifah menyebut para penerima Satyalencana Karya Satya merupakan orang-orang terpilih yang telah melewati proses panjang pengabdian.
“Saudara-saudara sekalian, saudara telah dipilih dengan proses yang panjang. Proses ini tidak bim sala bim, karena bekerja 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun. Bahwa ini juga adalah penghargaan dari Presiden Prabowo,” katanya.
Khofifah mengucapkan terima kasih kepada seluruh ASN yang telah mengabdi puluhan tahun di pemerintahan Provinsi Jawa Timur dan berpesan agar dedikasi tersebut terus dijaga. Ia menekankan bahwa penghargaan ini membawa amanat untuk bekerja lebih keras dalam mewujudkan visi “Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara”.
“Teruslah dijaga dan ditingkatkan kinerjanya. Ketika kita punya slogan Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara, kita harus siap menjadi hub antara Indonesia Barat dan Indonesia Timur. Seluruh energi positif yang Bapak Ibu miliki, tolong didedikasikan tidak hanya untuk Jawa Timur, tapi juga provinsi lain melalui kerja sama lintas daerah,” ujarnya.
Khofifah juga menyinggung keberhasilan misi dagang Jatim yang berhasil mencatatkan transaksi triliunan rupiah di sejumlah provinsi. “Alhamdulillah misi dagang di Lampung tembus Rp1,055 triliun. Di NTB juga tembus Rp1,058 triliun. Bahkan di Balikpapan mencapai Rp1 triliun. Ini pola-pola yang kita bangun untuk konektivitas,” jelasnya.
Menurut Khofifah, konektivitas dagang ini bertujuan menciptakan pertumbuhan ekonomi inklusif, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memastikan program yang dijalankan berdampak langsung pada penurunan kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem.
“Mohon panjenengan semua melihat apakah program ini berdampak pada penurunan kemiskinan. Kalau belum, ayo kita cari faktor pengungkitnya supaya penurunan kemiskinan bisa lebih signifikan,” pungkasnya.
Daftar penerima Satya Lencana Karya Satya di antaranya:
Masa kerja 30 tahun: Dr. Ir. Jumadi M.MT (Kepala Dinas Perhutanan Provinsi Jatim), Erni Widiarti (Penelaah Teknis Dinas Kominfo Provinsi Jatim).
Masa kerja 20 tahun: dr. Ananda Haris SP.BS (Direktur RSUD Dr. Soedono), Andriyo Aji, SH, MH (Kepala Dinas Pemasaran Koperasi UKM Provinsi Jatim).
Masa kerja 10 tahun: dr. Indra Yuliati, Sp.OG (K)Onk (Dokter Klinis Ahli Madya RSUD dr. Soetomo), Abdul Rosyid (Operator Terminal Dinas Perhubungan Provinsi Jatim).
[ram/beq]







