Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menilai jika seorang pemimpin lembaga pendidikan ataupun kepala sekolah ibarat motor penggerak. Mereka dituntut mampu mengkoordinasikan, menggerakkan, mengambil keputusan, serta memberikan teladan bagi bawahannya. Selain itu, juga harus berkarakter IKI alias Inisiatif, Kolaborasi dan Inovasi.
“Kepala sekolah adalah motor penggerak dan referensi dari seluruh kinerja di lingkungan unit yang bapak ibu pimpin. Kepala sekolah wajib membangun kepemimpinan yang kuat,” ujar Khofifah saat melantik 306 Kepala Sekolah SMA, SMK dan SLB di Lingkungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Satuan Pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Jumat (2/12/2022).
Khofifah juga berpesan kepada kepala sekolah agar selalu siap dan mampu menjawab tantangan zaman. Serta harus berani berinisiatif, wajib berkolaborasi dan melakukan inovasi-inovasi untuk kemajuan pendidikan di lembaga yang dipimpin. Atau dengan kata lain harus memiliki karakter IKI.
[berita-terkait number=”5″ tag=”dindik-jatim”]
Kebutuhan kolaborasi, kata Khofifah, saat ini harus dibangun baik secara vertikal maupun horisontal baik dengan pemerintah maupun dengan private sector. Karena itu, dirinya menilai pentingnya membangun strong collaboration dan strong partnership.
Ia mengatakan, SMK saat ini harus bisa membangun kolaborasi dengan dunia industri, dunia usaha dan dunia kerja. Pasalnya, lulus SMK para siswa sebagian besar akan terjun langsung dan bersaing di dunia usaha dan dunia kerja. Bisa jadi karyawan bisa pula jadi juragan.
“Bagaimana karakter seorang siswa siap untuk menjadi karyawan siap untuk jadi juragan itu kan harus dibangunkan akses dan semangat untuk siap jadi juragan yang handal,” katanya.
Tak hanya itu, Khofifah juga menggarisbawahi pentingnya pendidikan karakter bagi seluruh siswa. Karena dengan bangunan karakter yang kuat akan mampu membentuk siswa menjadi pribadi-pribadi yang kuat pula.
“Bagaimana para kepala sekolah bersama guru-guru semuanya bisa menyiapkan anak-anak dengan karakter yang kuat. Yaitu karakter sebagai pribadi yang berintegritas, sebagai pribadi yang memiliki nasionalisme dan karakter untuk membangun kolaborasi yang kuat,” pesannya. (ipl/kun)






