Malang (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan duka mendalam atas kepergian petinju nasional asal Kabupaten Malang Heru Purwanto alias Hero Tito (35 tahun) pada Kamis (3/3/2022) kemarin. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jatim Pulung Chausar datang langsung ke rumah duka di RT 3 RW 3 Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jumat (4/3/2022).
“Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan turut bela sungkawa atas wafatnya Sam Hero Tito atlet kebanggaan warga Jawa Timur khususnya masyarakat Malang. Kami merasa kehilangan atas kepergian almarhum. Kepergian Hero Tito duka warga masyarakat Jatim,” kata Pulung.
Sebelum meninggal dunia Hero Tito sempat koma selama 4 hari di rumah sakit. Hero Tito sebelumnya melawan James Mokoginta dalam ajang perebutan sabuk kelas ringan Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) di ajang Holywings Sport Show. Minggu (27/2/2022) kemarin.
Hero Tito terkena upper cut di ronde ke 7 hingga tak sadarkan diri. Dia meninggal dunia pada Kamis, (3/3/2022). Jenazah petinju berjuluk The Lion itu dimakamkan pada Jumat, (4/3/2022) pagi. “Kami datang selain mengucapkan bela sungkawa juga memberikan tali asih untuk ahli waris. Yang jelas ibu gubernur sangat peduli dengan keluarga Hero Tito,” ujar Pulung.
Kadispora Jatim Pulung didampingi Sekretaris Camat Pakis Eno Imam takziah ke rumah duka, diterima Nurul-istri serta kedua anaknya, Kades Banjarejo Suko dan kakak serta kerabat almarhum Heru Tito. Nurul mengucapkan terima kasih atas tali asih dari Gubernur Jatim yang diserahkan oleh Kadispora Jatim. “Terima kasih atas perhatian dan bantuan dari Bu Gubernur,” ujar Nurul.
Nurul menceritakan pesan mendiang, yang ingin membangun rumah untuk istri dan anak-anaknya, serta sasana tinju di depan rumahnya. “Bantuan dari Bu Gubernur dan bantuan dari mana pun akan digunakan untuk mewujudkan cita-cita Mas Heru Tito membangun rumah dan sasana tinju,” tandasnya. (luc/kun)






