Probolinggo (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung lokasi jebolnya tanggul sungai di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Akibat jebolnya tanggul tersebut, dua ruang kelas di SDN Kalibuntu ambrol diterjang erosi aliran sungai yang kian menggerus tepian sekolah.
Dari total tujuh ruang kelas yang ada, kini hanya lima ruang yang masih bisa difungsikan. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar siswa di SDN Kalibuntu. “Kami lihat langsung bahwa erosi cukup parah di area ini. Pengendapan di sisi kanan mendorong aliran air ke sisi kiri, tepat ke arah sekolah,” ujar Khofifah saat meninjau lokasi.
Sebagai solusi jangka pendek, Pemprov Jawa Timur mempercepat pembangunan tanggul bronjong di sepanjang aliran sungai yang mengancam lingkungan permukiman dan sekolah. Proyek bronjong ini ditargetkan rampung pada Agustus 2025. “Setelah itu, Pemkab Probolinggo bisa ajukan pembangunan ulang gedung sekolah ke pemerintah provinsi,” tambah Khofifah.
Pembangunan tanggul ini merupakan bagian dari program penanggulangan dampak bencana alam yang tengah digenjot oleh Pemprov Jatim. Fokus utama diarahkan pada pemulihan infrastruktur pendidikan dan lingkungan permukiman yang terdampak bencana, termasuk akibat erosi dan banjir.
Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, Ir. Baju Trihaksoro, menyatakan bahwa anggaran sebesar Rp9 miliar telah disiapkan untuk penanganan darurat di wilayah-wilayah rawan bencana, termasuk Kalibuntu. “Pemasangan bronjong di Kalibuntu ini cukup menantang karena struktur tanahnya labil,” ungkap Baju. “Namun kami pastikan konstruksi yang dibangun akan kuat menahan tekanan arus sungai,” tegasnya.
Warga Kalibuntu dan pihak sekolah menyambut baik percepatan pembangunan tanggul tersebut. Mereka berharap proses rekonstruksi bangunan sekolah juga bisa segera terealisasi, agar para siswa dapat kembali belajar dalam suasana yang aman dan nyaman.
Kunjungan langsung Gubernur Khofifah ke lokasi bencana memberi semangat dan rasa tenang bagi masyarakat setempat. Mereka berharap proyek penanggulangan bencana ini dapat berjalan sesuai jadwal tanpa hambatan, demi kelangsungan pendidikan anak-anak mereka. [ada/beq]






