Jember (beritajatim.com) – Dua problem yang saat ini tengah dihadapi warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, adalah listrik dan kesehatan.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, ada 112 gardu listrik yang mengalami masalah. “Sebanyak 33 gardu sudah teraktivasi,” katanya, saat rapat penanganan bencana di Kantor Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Minggu (5/12/2021).
Padamnya listrik ini juga membutuhkan penanganan kedaruratan karena menjadi problem warga yang tak terdampak langsung erupsi Semeru. “Kebutuhan genset agak banyak terutama di wilayah (Kecamatan) Pronojiwo karena tidak ter-handle langsung Forkopimda Lumajang,” kata Khofifah.
Khofifah jiuga menginginkan adanya sentra posko kesehatan yang bergerak terus dalam mendistribusikan bantuan kesehatan. “Posko-posko ini tidak perlu stationaire tapi ada yang mobile. Insya Allah Forkopimda Pemprov bisa support Forkopimda Lumajang,” katanya.
Sementara untuk pencarian dan evakuasi korban, Khofifah mengatakan, perlu banyak tim mengingat daerah-daerah yang terdampak langsung erupsi Semeru memiliki medan berat. “Butuh alat berat dan tim yang memiliki keterampilan cukup untuk mengetahui bahwa di bawah lapisan-lapisan itu masih panas dan ada aroma belerang dan seterusnya. Jadi kehati-hatian pada tim SAR penting,” katanya.
Khofifah lega titik pengungsian sudah terkonfirmasi. “Tapi mungkin membutuhkan tempat yang lebih secure,” katanya. (wir/kun)






