Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Persatuan Basket Indonesia (Perbasi) Jawa Timur, Grace Evi Ekawati, memberikan klarifikasi terkait mekanisme penjaringan calon Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perbasi Jatim yang belakangan dipertanyakan sejumlah pihak.
“Klarifikasi ini kami lakukan karena muncul pemberitaan dan pernyataan dari sejumlah pihak yang mempertanyakan mekanisme penjaringan calon,” ujar Evi di Surabaya, Rabu (15/10/2025).
Menurutnya, Tim Panitia Penjaringan (TPP) telah bekerja sesuai dengan aturan yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Isu yang beredar, kata Evi, menuding TPP tidak melibatkan pengurus kabupaten dan kota (pengkab/pengkot) dalam proses pencalonan.
“Dalam AD/ART tidak diatur kewajiban memanggil seluruh pengkab atau pengkot dalam proses pencalonan. Hal itu sudah menjadi hak prerogatif DPD Perbasi Jatim dan TPP untuk menentukan mekanismenya,” jelasnya.
Evi menegaskan, setelah pleno memutuskan pembentukan tim penjaringan, dirinya tidak ikut campur dalam proses selanjutnya. “Itu sudah menjadi ranah tim yang dibentuk secara independen,” ujarnya.
Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap mekanisme organisasi yang disepakati bersama. “Saya datang mengambil formulir pencalonan didampingi beberapa pengurus daerah. Semua dilakukan secara terbuka dan sesuai prosedur. Meskipun masih menjabat, saya tetap menghargai keputusan tim yang sudah dibentuk,” tambahnya.
Evi berharap isu yang berkembang tidak menimbulkan kesalahpahaman di internal organisasi dan proses demokrasi di tubuh Perbasi Jatim dapat berjalan sehat serta sesuai koridor yang telah ditetapkan.
“Kami ingin semua berjalan dengan baik dan transparan. Yang penting sesuai aturan dan tetap menjaga semangat kebersamaan dalam membangun basket Jawa Timur,” pungkasnya. [way/beq]






