Jakarta (beritajatim.com) – Kecerdasan Buatan (AI) memiliki potensi untuk mengubah masa depan ASEAN secara radikal.
AI dapat membantu mengatasi berbagai tantangan ekonomi dan sosial, mulai dari kesehatan masyarakat hingga ketahanan bencana.
Penelitian terbaru dari Access Partnership memperkirakan bahwa setidaknya Rp2.612 triliun (atau US$176 miliar) dalam bentuk manfaat ekonomi bisa dinikmati oleh bisnis di Indonesia hingga tahun 2030 jika menggunakan perangkat AI.
Untuk memanfaatkan potensi AI secara maksimal, Google memberikan tiga rekomendasi kepada negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia:
1. Berinvestasi di infrastruktur inovasi
Negara-negara ASEAN perlu berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan (R&D) serta infrastruktur AI, termasuk infrastruktur cloud dan dataset terbuka dari pemerintah. Hal ini akan membantu memfasilitasi inovasi dan mengatasi berbagai tantangan lokal.
Selain itu, negara-negara ASEAN perlu merumuskan strategi dan kerangka nasional AI yang komprehensif dan inklusif. Kerangka ini harus mencakup prinsip-prinsip yang mengutamakan privasi dan keamanan, serta pendekatan berbasis risiko terhadap regulasi AI.
2. Membangun tenaga kerja yang siap AI
Negara-negara ASEAN perlu mempersiapkan tenaga kerja yang siap AI. Hal ini dapat dilakukan dengan modernisasi program peningkatan keterampilan untuk era AI, mengembangkan program pelatihan dan dukungan nasional terkait AI, serta memberikan dukungan kepada pekerja yang sedang bertransisi.
3. Mendorong aksesibilitas dan adopsi inklusif
Negara-negara ASEAN perlu mendorong aksesibilitas dan adopsi AI secara inklusif. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan AI untuk memberikan layanan umum, mengidentifikasi sektor-sektor negara yang diprioritaskan, mengadopsi standar-standar yang mengutamakan penggunaan cloud, serta memberikan bantuan dorongan awal AI kepada industri tradisional dan UMKM.
Indonesia telah mengembangkan Strategi Nasional untuk AI, yang merekomendasikan pembangunan Pusat Superkomputer AI Nasional. Pusat ini akan menjadi pusat kegiatan bagi pusat penelitian, industri, dan lembaga pemerintah yang memerlukan layanan komputasi besar.
Kawasan ASEAN juga dapat mempertimbangkan pembuatan infrastruktur AI lintas negara-negara ASEAN. Upaya ini akan memfasilitasi akses terhadap komputasi bersama dan dataset terbuka, termasuk pengetahuan budaya dan bahasa ASEAN.
Dengan memanfaatkan potensi AI secara maksimal, negara-negara ASEAN dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing ekonomi. (ted)






