Pamekasan (beritajatim.com) – Gol telat Junior Brandao gagal mempersembahkan poin bagi Madura United FC, sebab pada laga tersebut mereka terpaksa menyerah 2-1 dari tim tuan rumah PSIM Yogyakarta, pada pekan ke-33 Super League di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Minggu (17/5/2026).
Padahal pada laga tersebut, Laskar Sape Kerrab sangat berambisi meraih poin dan memenangi pertandingan guna mengunci posisi aman dari degradasi, sekaligus bertahan di kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air musim depan.
Namun PSIM justru tampil agresif sejak wasit meniup peluit kick off, bahkan mereka langsung tampil menyerang dan mengepung barisan pertahanan tim tamu. Dominasi tersebut membuahkan hasil, di mana PSIM mulai unggul 1-0 dari Madura saat laga memasuki menit 16′ berkat aksi Borbento Vidal.
Unggul 1 gol tidak memuat PSIM menurunkan tempo permainan, mereka terus tampil menekan dan membuat pemain Madura United harus bekerja ekstra keras meredam agresifitas permainan tuan rumah. Sekalipun sesekali mereka mencoba keluar dari tekanan dan memberikan perlawanan.
Namun pada menit 34′, PSIM berhasil menggandakan gol dan membuat mereka unggul 2-0 dari Madura United. Gol Laskar Mataram dicetak M Iqbal meneruskan umpan Yusaku Yamadera. Gol tersebut bertahan hingga 45′ menit interval pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Madura United mencoba melakukan perubahan taktik dengan rotasi pemain. Upaya tersebut terbilang ampuh, sebab Junior Brandao berhasil mencetak gol dan memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 pada menit 62′.
Gol tersebut membuat laga semakin seru, intensitas serangan diperagakan kedua tim untuk merealisasikan target masing-masing. Bahkan hujan kartu juga mewarnai sisa laga, termasuk satu kartu merah untuk pemain PSIM, Donny Warmerdam pada menit 86′.
Memang pada akhir laga, PSIM sempat menambah gol tapi dianulir karena dinilai pelanggaran. Skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan PSIM Yogyakarta dari Madura United hingga laga berakhir. [pin/but]






