Kediri (beritajatim.com) – Laga Bali United vs Persik Kediri di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (10/8/2025) memicu sorotan tajam publik. Gol penyeimbang Bali United yang dicetak pada menit 90+6 menjadi pusat kontroversi lantaran wasit hanya memberikan tambahan waktu empat menit.
Pertandingan yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi nasional itu memperlihatkan Boris Kopitovic mencetak gol di injury time menit ke-96. Gol tersebut membuyarkan keunggulan Persik yang lebih dulu memimpin lewat sundulan Telmo Castanheira di menit ke-78, memanfaatkan umpan sepak pojok dari kapten tim, Ezra Walian. Sundulan Castanheira mengarah ke sudut kanan gawang dan gagal diantisipasi kiper Bali United.
Keputusan wasit memberi kesempatan bermain hingga enam menit di luar waktu tambahan memicu protes warganet, khususnya di grup Facebook Persik Kediri. Berbagai komentar bernada sinis dan kritik tajam membanjiri kolom diskusi.
Itachi Uciha: “Tambahan waktu 90 + 4 = 94 + 3 icip2”
Zuda Dinho: “Sinau Matematika Neh”
Putra Khan: “Gol Bali gol najis. Tambahan waktu 4 menit. Golnya menit ke-6.”
Pengkek Riana: “Tim anak emas dilarang kalah.”
Deby Bayu Setiawan: “Tim anak papa plus wasit maf** Her* Cah****”
Selain kontroversi wasit, penampilan gemilang kiper Persik, Leo Navacchio, juga menjadi sorotan. Penjaga gawang asal Brasil itu melakukan beberapa penyelamatan penting yang membantu Macan Putih membawa pulang satu poin.
Pelatih Persik Kediri, Ong Kim Swee, mengakui laga perdana ini bukan ujian mudah.
“Satu pertandingan yang tidak mudah. Di mana kita tahu pasukan Bali memiliki kualitas yang cukup baik. Terutama kalau kita melihat corak permainan Bali. Namun dalam hal ini para pemain Persik dapat menjalankan tugas dan mengawal keadaan dengan begitu baik,” ujarnya.
Ong menambahkan, timnya masih perlu banyak evaluasi untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.
“Namun saya boleh katakan jika kita (Persik) berada dalam tahap yang cukup sempurna, tetapi belum sempurna seutuhnya, di mana banyak lagi kelemahan yang harus kita perbaiki ke depan. Kita harus banyak belajar lagi,” tambahnya. [nm/aje]






