Jember (beritajatim.com) – Puluhan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) bergerak ke gedung DPRD Jember, Jawa Timur, Rabu (13/4/2022). Mereka menolak kenaikan pajak pertambahan nilai, kenaikan harga bahan bakar minyak, dan pemberlakuan PPN terhadap barang-barang kebutuhan pokok.
Perwakilan mahasiswa sempat bertemu dan berdialog dengan sejumlah anggota DPRD Jember, antara lain Agus Sofyan, Alfan Yusfi, Edi Cahyo Purnomo, Tabroni, Dedy Dwi Setiawan, Mufid. Dalam kesempatan itu, para mahasiswa meminta perwakilan fraksi menandatangani pakta integritas yang menyepakati tuntutan mereka.
Permintaan mahasiswa direspons baik oleh para anggota Dewan yang hadir. “Ini aspirasi para mahasiswa yang mencermati kondisi kehidupan bangsa, seperti harga-harga yang naik, minyak goreng yang langka. Semua anggota DPRD Jember sepakat dengan aspirasi mereka,” kata Tabroni, anggota Fraksi PDI Perjuangan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”GMNI-Jember”]
Yudha Dwi Prasetiyo, koordinator aksi GMNI mengatakan, ada fraksi yang tidak hadir menandatangani pakta integritas itu, yakni Fraksi Pandekar. “Artinta kita melihat tidak adanya kesepakatan terhadap pakta integritas kami,” katanya.
Namun Tabroni membantah jika Fraksi Pandekar tidak menyepakati pakta integritas yang disodorkan GMNI. “Semua fraksi sudah sepakat. Semua partai sudah oke,” katanya.
GMNI memberikan tenggat kepada DPRD Jember tiga kali 24 jam untuk menindaklanjuti aspirasi mereka ke pemerintah pusat. “Apabila tidak ada tindak lanjut kami akan tetap mengawal ini,” kata Yudha. [wir/kun]






