Jember (beritajatim.com) – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mengklaim perolehan sebelas kursi di DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam Pemilu 2024. Ini capaian tertinggi selama Gerindra mengikuti pemilu sejak 2009.
Gerindra pertama kali mengikuti Pemilu pada 2009 dan merebut tiga kursi. Lima tahun kemudian, partai berlambang garuda ini meraih sembilan kursi. Namun dalam Pemilu 2019, terjadi penurunan menjadi tujuh kursi di DPRD Jember.
Berdasarkan hasil rekapitulasi internal Gerindra, perolehan 11 kursi itu berasal dari Daerah Pemilihan 1 (2 kursi), Daerah Pemilihan 2 (1 kursi), Daerah Pemilihan 3 (1 kursi), Daerah Pemilihan 4 (1 kursi), Daerah Pemilihan 5 (2 kursi), Daerah Pemilihan 6 (2 kursi), Daerah Pemilihan 7 (2 kursi).
Gerindra sendiri meraup dukungan fantastis di Daerah Pemilihan 1. “Suara partai dan caleg Gerindra di Daerah Pemilihan 1 yang meliputi Kecamatan Sumbersari, Pakusari, Kaliwates, dan Ajung mencapai 52 ribu suara,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Jember Ahmad Halim, Senin (19/2/2024).
Suara terbanyak caleg Gerindra untuk DPRD Jember diperoleh Alfian Andri Wijaya yang berada di Dapil 1. “Sekitar di atas angka 11 ribuan suara,” kata Halim.
Halim menyebut pencalonan presiden Prabowo Subianto membawa berkah efek ekor jas bagi Gerindra. “Faktor tokoh lokal juga berpengaruh, terurama Presiden Laskar Sholawat Nusantara Gus Muhammad Fawait dan anggota DPR RI Mas Bambang Haryadi selaku instrumen politik di Jember dan Lumajang, serta kinerja para caleg,” katanya.
Halim menilai proses pemilu berlangsung baik. “Penghitungan suara sudah di tingkat kecamatan, dan tidak perlu transit di desa. C-plano dijadikan rujukan, sehingga potensi kecurangan hampir dipastikan kecil, terlepas ada beberapa kejadian seperti tertukarnya kertas suara dan ketersediaan C-plano,” katanya.
Kendati unggul, Halim tak mau takabur. “Kami masih menunggu hasil penghitungan manual Komisi Pemilihan Umum Jember. Tapi kami sudah hitungan sendiri bahwa PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa masing-masing memperoleh tujuh kursi,” katanya.
Berdasarkan rekapitulasi suara di internal Gerindra, tidak ada partai baru yang mengirimkan wakil ke DPRD Jember. Namun Halim tidak mau menyebutkan perolehan kursi lengkap semua partai. “Sampai hari ini kami masih terus mengawal perhitungan manual yang dilakukan KPU di kecamatan,” katanya. [wir]






