Jember (beritajatim.com) – Perubahan drastis daerah pemilihan (dapil) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam Pemilihan Umum 2024 membuat Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) setempat terkejut.
“Tentu kami kaget ada banyak perubahan signifikan di dapil tingkat dua dari enam menjadi tujuh daerah pemilihan. Di tiga dapil banyak terjadi perubahan komposisi wilayah. Tapi pada prinsipnya, kami sebagai partai peserta pemilu mau tidak mau harus siap,” kata Ketua DPC Partai Gerindra Jember Ahmad Halim, Selasa (14/2/2023).
Berdasarkan keputusan KPU RI, Dapil Jember 1 memperebutkan 7 kursi, yang meliputi Kecamatan Ajung, Kaliwates, Sumbersarim Pakusari. Dapil Jember 2 memperebutkan 7 kursi, yang meliputi Kecamatan Rambipuji, Panti, Sukorambi, Patrang, Arjasa.
Dapil Jember 3 memperebutkan 6 kursi, yang meliputi Jelbuk, Kalisat, Ledokombo, Sukowono, Sumberjambe. Dapil Jember 4 meliputi Tempurejo, Mumbulsari, Mayang, Silo yang memperebutkan 6 kursi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pemilu-jember”]
Dapil Jember 5 memperebutkan 8 kursi, meliputi Balung, Wuluhan, Ambulu, Jenggawah. Dapil Jember 6 memperebutkan 7 kursi meliputi Jombang, Kencong, Gumukmas, dan Puger. Dapil Jember 7 memperebutkan 9 kursi, terbanyak dibanding dapil lainnya, yang meliputi Sumberbaru, Umbulsari, Tanggul, Semboro, dan Bangsalsari.
Usulan ini, menurut Halim, jauh dari tiga opsi yang disodorkan KPU Jember ke KPU RI. Satu dari tiga opsi memang berupa pemekaran menjadi tujuh dapil. “Namun itu di luar prediksi KPU. Kewenangan sepenuhnya memang ada di KPU RI,” kata pria yang juga Wakil Ketua DPRD Jember ini.
Perubahan dapil ini mempengaruhi target perolehan kursi Gerindra di DPRD Jember. “Dari peta politik, kekuatan calon legislatof akan berubah, melihat komposisi dapil sekarang,” kata Halim.
Halim melihat perubahan dapil ini membawa dua dampak. “Dampak positifnya terhadap komposisi penempatan caleg. Minimal insya Allah di setiap dapil peluang perolehan kursi lebih banyak. Realistis kami memperoleh sembilan kursi. Pemilu 2019 kemarin kami memperoleh tujuh kursi DPRD Jember,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kpu-jember”]
Gerindra kini mempersiapkan strategi dan logistik, di tingkat caleg maupun struktural. “Kemarin kami sudah membuat estimasi penempatan caleg. Tapi setelah ada perubahan dapil, otomatis berubah lagi. Kecuali di dapil yang tidak ada perubahan komposisi wilayah. Kami melihat komposisi tiap dapil saat ini berpotensi semua,” kata Halim.
Menurut Halim, jumlah kursi yang diperebutkan kecil di semua dapil kecuali di Dapil Jember 7. “Dapil 7 memiliki 9 kursi. Kalau dulu ada satu dapil yang memiliki 10 kursi,” katanya.
Mengenai pembiayaan logistik, Halim menilai, itu akan tergantung oada masing-masing caleg dan partai dalam menerapkan strategi. “Kalau struktur partai lebih banyak bekerja, akan mengefisienkan biaya. Tapi kalau menyangkut pertarungan caleg dengan komposisi terbuka, maka biaya akan membengkak. Kita menunggu apakah akan pakai sistem proporsional terbuka atau tertutup,” katanya. [wir/suf]






