Tuban (beritajatim.com) – Gerakan Tanam Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) bersama Koramil 0811/12 Bancar berlangsung di Desa Pugoh, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban. Kegiatan ini dikemas dalam acara Festival Tandur Slikasan yang digelar pada Kamis (9/1/2025).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Koramil (Danramil) 0811/12 Bancar, Kapten Arh Ali Mubdi, yang didampingi Kepala Desa Pugoh, Kusyanti.
Menurut Danramil Bancar, kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan swasembada pangan sekaligus meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani di Desa Pugoh.
“Kementerian Pertanian RI fokus melaksanakan percepatan sebagai langkah menuju swasembada pangan dengan berbagai strategi, termasuk gerakan percepatan Luas Tambah Tanam (LTT),” ujar Kapten Arh Ali Mubdi.
Selain itu, pihak Koramil bersama Dinas Pertanian juga melakukan pengecekan dan memberikan edukasi kepada petani tentang penggunaan pupuk, penyemprotan anti hama, serta teknik penyiraman dan pengairan.
“Program LTT ini bertujuan untuk memotivasi petani agar terus menanam padi, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem,” imbuhnya.
Melalui gerakan ini, diharapkan masalah pengairan dapat teratasi secara efektif sehingga lahan kering dan sawah tadah hujan dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kegiatan ini bukan asal menanam saja, yang mana targetnya pada akhir nanti adalah hasil ketika panen,” terang Kapten Ali.
Lebih lanjut, Koramil 0811/12 Bancar bersama kelompok tani akan memberikan pembinaan gratis mengenai SOP penanaman padi.
“Selain itu, hasil panen nanti akan dilakukan operasi pasar agar tidak terjadi fluktuasi harga. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir bila panen nanti tidak terjual,” tambahnya.
Kepala Desa Pugoh, Kusyanti, turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Festival Tandur Slikasan. Menurutnya, kegiatan tradisional ini akan memberikan dampak positif bagi warga Desa Pugoh.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan kegiatan ini, terkhusus kepada bapak-bapak dari Koramil 0811/12 Bancar yang telah membuat ide ketahanan pangan di Desa kami, serta memberikan bantuan bibit,” ujar Kusyanti.
Kusyanti juga menambahkan bahwa hasil panen dari program ini akan dibagikan kepada masyarakat setempat sebagai bentuk manfaat langsung dari kegiatan tersebut. [ayu/beq]






