Jember (beritajatim.com) – Kabupaten Tuban di Jawa Timur bagian utara dan barat berjarak 297 kilometer dengan Kabupaten Jember yang berada di sisi selatan dan timur. Namun gempa bumi di Tuban, Jumat (14/4/2023) sore, menyebabkan tembok rumah warga Jember runtuh.
Gempa yang terjadi pada pukul 16.55 WIB yang terletak 68 kilometer barat laut Tuban dengan kedalaman 632 kilometer itu membuat tembok rumah Pak Sarmo di Dusun Gending, Desa Darsono, Kecamatan Arjasa, ambrol.
Dinding itu berada di samping rumah berukuran 9 kali 3 meter. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Bantuan sudah dikirimkan dan kami berkoordinasi dengan kepala desa dan babinsa,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember Heru Widagdo, Sabtu (15/4/2023).
Kendati terasa beberapa detik dan sempat memicu kepanikan, gempa bumi di Tuban tidak menimbulkan kerusakan luas. David Handoko Seto, legislator Partai Nasional Demokrat, yang tengah berada di lantai tiga gedung DPRD Jember, langsung bersembunyi di bawah kolong meja begitu gempa terjadi.
“Getarannya cukup terasa. Saya kebetulan di sekretariat DPRD sedang merevisi naskah rekomendasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati 2023. Karena kaki saya sensitif dan terbiasa dengan gempa, saya langsung masuk ke kolong meja komputer,” kata David.
David bersyukur tidak terjadi kerusakan akibat gempa beberapa detik itu. “Kami berharap masyarakat Jember tidak panik dan selalu waspada. Kalau kita berada di posisi lantai atas gedung, tidak perlu mencari pintu keluar. Cukup bersembunyi di bawah meja, karena rawan kalau berjubel di pintu keluar,” katanya.
David berharap Pemerintah Kabupaten Jember meningkatkan kewaspadaan, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah. “Jangan pernah lemah dan selalu antisipatif,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim tidak merasakan gempa apapun. “Saya dalam perjalanan dari Surabaya ke Jember, setelah menghadiri undangan pengurus Gerindra Jatim untuk menerima arahan dan usulan calon legislator,” katanya.
Halim tahu ada gempa dari grup-grup WhatsApp dan status di media sosial. “Kita harus waspada, mengingat banyak potensi bencana yang mengancam, terutama di daerah pesisir. Posisi Indonesia dilintasi lempengan bumi. Kami berharap pemerintah daerah melakukan langkah antisipasi dan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan bencana. Kita berdoa Jember dan Indonesia dijauhkan dari musibah,” katanya. [wir]






