Surabaya (beritajatim.com) – Pelan tapi pasti belanja online mulai menjadi kebiasaan baru yang sudah makin akrab di masyarakat. Hampir semua orang dari semua usia bisa melakukan transaksi online.
Bahkan anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar pun banyak yang sudah mahir berbelanja online. Kemudahan memang menjadi salah satu kelebihan yang diberikan oleh budaya berbelanja online. Apalagi media dan sarana untuk melakukan belanja online pun sudah banyak ragam dan caranya.
Di balik kemudahan transaksi online, pembeli seringkali mengeluhkan keamanannya. Lewat akun-akun toko online, kejahatan siber kian meningkat. Bahkan juga penjahat siber memanfaatkan toko daring sebagai perantara untuk melakukan pencurian dengan menipu pembeli.
Meningkatnya jual beli online saat ini diiringi juga dengan tingginya kasus penipuan. Anda harus tahu apa saja yang harus diperhatikan saat akan melakukan transaksi demi bisa terhindar dari penipuan.
Tentu sebagai pembeli Anda perlu cermat dan teliti dalam melakukan transaksi online. Selalu lakukan hal-hal berikut agar terhindar dari penipuan online.
Selalu periksa keamanan rekening
Jika Anda hendak transfer sejumlah uang ke nomor rekening yang baru dikenal. Coba periksakan dulu ke website Cekrekening.id. Sebagai situs resmi dari Kemkominfo.
Anda bisa mencari tahu data rekening yang diduga terindikasi tindak pidana. Sehingga Anda bisa menentukan akan lanjut transfer atau tidak.
Utamakan belanja di loka pasar (e-commerce)
Transaksi secara daring memang lebih mudah dan aman dilakukan pada situs-situs resmi yang terpercaya. Jika ada keluhan pada proses transaksi, Anda akan bisa langsung lapor pada nomor pengaduan loka pasar digital yang Anda gunakan.
Simpan bukti-bukti transaksi pembelian
Penting bagi Anda dalam menyimpan semua bukti transaksi dan percakapan dari proses jual beli secara daring. Apabila ada keluhan atau terjadi penipuan, bukti transaksi menjadi dokumen penting yang harus Anda sertakan pada saat pelaporan.
Gunakan media sosial dalam berbagi info penipuan
Agar tidak kian banyak memakan korban, tentu Anda mesti bisa bagikan pengalaman pada lintas platform. Ceritakan kronologisnya, sebutkan data pelaku (akun toko online, kontak, foto, produk, dan bukti percakapan)
Sigap laporkan penipuan ke pihak berwajib
Jika Anda merasa menjadi korban, siapkan bukti transaksi, buat laporan penipuan, dan datangi kantor polisi. Anda juga bisa adukan dengan mengirim email pada [email protected] sampaikan kronologi kejadiannya dengan rinci sehingga penipuan bisa segera di proses.
Gemar belanja online tetap harus waspada dan selalu hati-hati agar tidak terkena penipuan dari kejahatan siber. [dan/tur]






