Ponorogo ( beritajatim.com ) – Pertumbuhan ekonomi melalui kegiatan ekonomi kreatif (Ekraf) sangat gencar dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo.
Kegiatan ekraf terbaru adalah Ponorogo Kreatif Festival yang digelar mulai tanggal 23 hingga 27 Mei 2027 di Jalan Alun-alun Utara. Sedikitnya ada transaksi keuangan senilai Rp 250 juta dalam kegiatan yang telah digelar untuk tahun kedua kali ini.
“Dari 31 stan ekraf, dan 12 stan kopi hingga hari ke 4 pelaksanaan Ponorogo Kreatif Festival, transaksi keuangan sudah mencapai Rp 250 juta. Untuk yang 1 hari terakhir belum dihitung,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, dalam penutupan Ponorogo Kreatif Festival pada Sabtu (27/5) malam.
Event ini pertama kali dilakukan memang untuk menumbuhkan spirit ekonomi kreatif di Kabupaten Ponorogo. Ekraf ke depan bisa menjadi nadi kehidupan ekonomi masyarakat dengan berbasis pertunjukan Reog Ponorogo. Gelaran ini, Pemkab Ponorogo mencoba mengeksplore ekraf dari produk UMKM, kriya, musik, seni pertunjukan yang ada di Ponorogo.
“Diharapkan ekraf bisa menjadi motor penggerak ekonomi di Ponorogo. Ekonomi bisa hidup dari ekraf dan pariwisata,” katanya.
Sementara itu, Bupati Sugiri Sancoko menilai dari berbagai kegiatan ekonomi kreatif yang diadakan di Kabupaten Ponorogo, tentu goal atau tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat. Kabupaten Ponorogo ke depan, tidak hanya pertaniannya saja, tetapi ekonomi kreatif bisa tumbuh dengan baik.
“Mari kita buktikan bersama, untuk sering gekar acara yang kreatif seperti ini, agar ekonomi tumbuh cepat. Perdagangan dalam ekraf ini bisa menjadk pemicu dan pelecut pertumbuhan ekonomi kita,” kata Kang Giri sapaan karib Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.
Baca Juga:
https://beritajatim.com/peristiwa/gantikan-bapaknya-pria-ponorogo-ini-jadi-jemaah-haji-termuda/
Dalam menumbuhkan ekonomi kreatif di Ponorogo ini, juga tidak bisa dilepaskan dari Reog Ponorogo. Bagaimana, Reog selain bisa untuk menumbuhkan berbagai lini ekonomi turunan, juga sebagai sumber inspirasi seni budaya tetangga daerah. Pemkab Ponorogo pun dalam pembukaan Ponorogo Kreatif Festival beberapa hari lalu, mengundang berbagai seni pertunjukan yang terinspirasi dari Reog Ponorogo. Seperti kesenian barongan dari Blitar, Kuda Kepang dari Wonosobo, dan Jaranan Kepang dari Temanggung.
“Dari pihak Malaysia juga minta izin untuk mengembangkan Reog di sana, ya tidak apa-apa kita izinkan. Tapi harus diketahui bersama bahwa Reog milik Ponorogo tercinta,” pungkasnya. (end/ted)






