Surabaya (beritajatim.com) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disosialisasikan di Bawean sebagai langkah strategis memperkuat fondasi generasi sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045. Sosialisasi ini digelar di Ruang Serba Guna, KPRI Nusa Indah, Sangkapura Bawean, melalui kerja sama Komisi IX DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN).
Acara dihadiri anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa, Wakil Ketua NU Bawean Abdul Halim, serta Tenaga Ahli Prokerma BGN Ade Tias Maulana. Ketiganya sepakat bahwa penguatan gizi tidak hanya soal makanan sehat, tetapi juga bagian dari upaya membangun masa depan bangsa yang lebih kuat dan berdaya saing.
“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan memberikan efek domino bagi penerima manfaat. MBG bertujuan untuk menciptakan Indonesia Emas 2045 dengan membangun target 32.000 SPPG tahun 2025 di seluruh Indonesia yang berdampak memajukan ekonomi lokal dengan terbukanya lapangan kerja baru di dapur SPPG,” terang Neng Eem Marhamah, Selasa (24/6/2025).
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang juga disebut Dapur Gizi, merupakan ujung tombak dari program MBG. Setiap dapur SPPG akan menyerap sekitar 45 hingga 50 petugas, memperluas manfaat program tak hanya pada anak-anak penerima gizi, tetapi juga pada peningkatan ekonomi warga sekitar.
Neng Eem menegaskan, MBG bukan sekadar program konsumsi, tetapi investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi emas. Ia juga menekankan bahwa program ini sejalan dengan visi Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam membangun ketahanan gizi nasional secara menyeluruh.
“Melihat dari sisi visi misi Presiden Prabowo Subianto, dengan adanya sosialisasi ini mari kita bersama-sama untuk mendukung dan ikut serta dalam program Makan Bergizi Gratis yang merupakan program unggulan Presiden terpilih,” ucapnya.
Tenaga Ahli Prokerma BGN, Ade Tias Maulana, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa program MBG menjadi solusi konkret dalam upaya pemenuhan gizi anak sejak dini. Terutama untuk anak-anak sekolah, MBG memastikan mereka mendapat makanan sehat yang sesuai standar gizi Kementerian Kesehatan.
“Dengan gizi yang terpenuhi sejak dini, anak-anak Indonesia diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kuat, dan siap bersaing di tingkat global,” imbuh Ade.
Pemerintah pun telah menyiapkan strategi implementasi MBG melalui kolaborasi antara sekolah dan penyedia makanan lokal. Pendekatan ini dinilai efektif tidak hanya untuk memastikan kelayakan gizi, tapi juga memperkuat pelaku usaha lokal.
Ade juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Pemerintah daerah, BGN, dan instansi terkait diharapkan dapat bekerja sama secara aktif agar pelaksanaan program MBG berjalan optimal di seluruh wilayah, termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). [tok/beq]






