Surabaya (beritajatim.com) – Timnas Indonesia sukses mencuri perhatian publik internasional setelah merilis daftar 32 pemain untuk dua laga hidup-mati melawan China dan Jepang dalam lanjutan Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Skuad Garuda dijadwalkan menjamu China di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 5 Juni 2025. Lima hari kemudian, anak asuh Patrick Kluivert bertandang ke markas Jepang di Suita City Stadium, Osaka, pada 10 Juni 2025.
Melalui akun Instagram resmi Timnas Indonesia, PSSI merilis daftar 32 nama pada Minggu (18/5/2025) pagi WIB. Sontak, media asing bereaksi keras—salah satunya dari Irak.
“Timnas Indonesia nyalakan kualifikasi, umumkan daftar skuad berapi-api laga lawan Jepang dan China di babak akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026,” tulis media @iraqis_ir di Instagram.
Media tersebut bahkan menyebut skuad Indonesia kini diisi lebih dari setengah pemain profesional yang bermain di liga top Eropa dan Asia. “Untuk pertama kalinya dalam sejarah… lebih dari separuh daftar skuad adalah pemain profesional di Eropa dan Asia,” tambah mereka.
Nama-nama seperti Emil Audero (Palermo) dan Jay Idzes (Venezia) dari Italia, serta Mees Hilgers (FC Twente), Thom Haye (Almere City), dan Calvin Verdonk (NEC Nijmegen) dari Belanda, menjadi sorotan.
Masih dari Eropa, ada Shayne Pattynama (eks KAS Eupen) dan Joey Pelupessy (SK Lommel) dari Belgia, serta Justin Hubner (Wolverhampton), Marselino Ferdinan (Oxford United), dan Ole Romeny di Inggris.
Di Asia, Sandy Walsh (Yokohama F Marinos), Asnawi Mangkualam (Port FC), Pratama Arhan (Bangkok United), Jordi Amat (JDT), hingga Rafael Struick (Brisbane Roar) memperkuat daftar. Maarten Paes dari FC Dallas menjadi satu-satunya wakil dari MLS alias Liga Amerika Serikat.
Meski didominasi pemain abroad, media Irak tetap mengapresiasi bintang lokal seperti Rizky Ridho dan Egy Maulana Vikri. “Di belakang mereka ada sekelompok bintang lokal yang bersinar,” tulis @iraqis_ir.
Mereka juga menyebut skuad Garuda saat ini penuh ambisi dan tidak gentar menghadapi tim-tim besar.
“Tim nasional Indonesia yang baru dan ambisius, tidak takut pada tim besar, sedang bersiap untuk membuat sejarah berkat skuad profesional yang mengembalikan prestise sepak bola Indonesia di panggung Asia dan dunia.”
Pujian tersebut tak datang sembarangan. Timnas Indonesia sebelumnya menumbangkan Arab Saudi 2-0 dan Bahrain 1-0.
Kini, dua laga kontra China dan Jepang akan sangat menentukan. Jika Indonesia menyapu bersih dua kemenangan, peluang lolos langsung ke Piala Dunia 2026 terbuka.
Saat ini, skuad Merah Putih menempati posisi keempat Grup C dengan 9 poin, tertinggal satu poin dari Arab Saudi dan empat poin dari Australia. Dua tim teratas akan lolos langsung, sementara posisi tiga dan empat harus bertarung di babak keempat.
Tak hanya media Irak, sejumlah media Vietnam juga turut menyoroti langkah besar Timnas Indonesia. Vietnam VN menulis dalam artikel berjudul “Indonesia Team Announces Roster: ‘All-in Gamble’ for World Cup”, bahwa tim Garuda dipenuhi pemain naturalisasi. Dari 32 pemain, 17 adalah kelahiran luar negeri, terutama di lini pertahanan.
Meski menimbulkan polemik soal minimnya pemain lokal, Kluivert dan PSSI dinilai siap bertaruh besar demi tiket ke Piala Dunia. Bangda24H menyebut daftar ini sebagai skuad terkuat Indonesia, dalam artikel “Indonesia panggil skuad kuat, bertekad ‘balas dendam’ ke China.” Nama-nama seperti Mees Hilgers, Justin Hubner, Jay Idzes, Ivar Jenner, dan Rafael Struick sudah tak asing bagi publik Vietnam.
Striker veteran Stefano Lilipaly juga kembali dipanggil untuk menambal absennya Ragnar Oratmangoen. Namun, BaoMoi menyoroti absennya Elkan Baggott dalam artikel berjudul “Timnas Indonesia dilanda kekacauan jelang 2 laga penentu tiket Piala Dunia.” Sebagai gantinya, Kluivert lebih mempercayai Jay Idzes, Justin Hubner, Jordi Amat, dan Rizky Ridho di lini belakang.
Thanh Nien pun meragukan target tinggi PSSI. Dalam artikel “Fans Indonesia kaget dengan daftar tim, seberapa besar peluang untuk hadir di Piala Dunia 2026?”, media ini menilai peluang lolos langsung sangat kecil, meski bukan mustahil.
Dengan kondisi saat ini, target realistis Timnas Indonesia adalah finis di posisi ketiga atau keempat dan melanjutkan perjuangan di putaran keempat kualifikasi. Namun, semua masih mungkin terjadi. Dua laga hidup-mati ini akan menjadi penentu apakah skuad Merah Putih hanya jadi kejutan sementara, atau benar-benar menorehkan sejarah di panggung dunia. [kun]






