Bojonegoro (beritajatim.com) – Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) milik Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang telah lama mangkrak, kini diusulkan untuk diubah menjadi sekolah rakyat oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro. Bangunan yang diberi nama Tirto Adhi Soerjo itu dibangun pada tahun anggaran 2017-2018 dengan anggaran mencapai Rp29 miliar, namun tak kunjung dimanfaatkan hingga lebih dari enam tahun.
Dinsos Bojonegoro mengklaim telah mengajukan rencana pendirian sekolah rakyat tersebut ke Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Sekolah ini rencananya akan melayani pendidikan gratis dari jenjang SD hingga SMA bagi warga miskin, lengkap dengan fasilitas asrama.
“Kita sudah menyiapkan gedung untuk sekolah rakyat yang telah kita ajukan ke pusat,” ujar Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, Kamis (10/4/2025).
Gedung Pusdiklat yang berada di Dusun Kedungrejo, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, dipilih karena hingga kini tidak termanfaatkan secara maksimal. “Nanti akan ditinjau oleh pemerintah pusat untuk tingkat kelayakan tempatnya,” tambah Agus.
Sekolah rakyat ini dirancang untuk benar-benar memberikan akses pendidikan yang inklusif bagi masyarakat kurang mampu. Agus menjelaskan bahwa sekolah ini tidak akan memungut biaya sepeserpun dari para orang tua siswa. Selain itu, anak-anak dari luar daerah atau yang berasal dari keluarga tidak mampu juga akan difasilitasi dengan asrama.
“Kita mengajukan setiap tingkatan mulai dari SD, SMP, dan SMA masing-masing dua kelas, karena kita belum mengetahui tingkat antusiasme warga bagaimana dengan adanya sekolah rakyat ini,” pungkas Agus. [lus/beq]






