Gresik (beritajatim.com) – PT Gresik Cipta Sejahtera (GCS), anak usaha Petrokimia Gresik, melakukan penanaman 2.000 bibit mangrove di kawasan Banyuurip Mangrove Center (BMC), Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan hari jadi ke-53 tahun perusahaan dengan mengusung tema “Sinergy in Action Transforming Together” sebagai bentuk kontribusi nyata menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
Direktur Utama PT GCS, Awang Djohan Bachtiar, menyampaikan penanaman ribuan mangrove ini merupakan wujud komitmen perusahaan terhadap pelestarian alam, sekaligus upaya menanggulangi abrasi dan memperkuat ekosistem pesisir.
“Bibit mangrove yang ditanam ini merupakan donasi dari para mitra GCS. Kami sangat mengapresiasi partisipasi mereka dalam upaya kolektif melestarikan lingkungan,” ujarnya, Kamis (3/7/2025).
Penanaman dilakukan bersama masyarakat, mitra perusahaan, pemerintah daerah, hingga stakeholder terkait. Sebanyak 2.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata ditanam dengan tujuan utama menghambat abrasi pantai, memperluas ruang hijau alami, meningkatkan kualitas udara lewat penyerapan karbon, sekaligus memperkaya habitat biota laut di kawasan pesisir Gresik.
Perwakilan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) BMC, Mughni, menuturkan sejak 2001 dirinya terlibat langsung dalam pengembangan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Banyuurip. “Saat ini terdapat 24 jenis mangrove yang telah tumbuh di kawasan BMC. Kami terus berupaya menambah keanekaragaman hayati mangrove. Dukungan dari GCS sangat berarti untuk memperkuat peran masyarakat menjaga BMC sebagai laboratorium alam dan ekowisata berbasis konservasi,” jelasnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, Sri Zubaidah, juga mengapresiasi kontribusi GCS terhadap lingkungan. “Kami ucapkan terima kasih kepada GCS atas dedikasinya mendukung program penghijauan, khususnya di kawasan pesisir. Penanaman bibit mangrove ini dapat menjadi inspirasi gerakan kolektif menjaga bumi,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Gresik, Ali Yusa. Ia menekankan PII sebagai organisasi profesi insinyur memiliki tanggung jawab moral memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, perusahaan, dan pemerintah. “Kami sangat mendukung kegiatan penanaman mangrove ini sebagai bentuk kolaborasi positif antara dunia usaha dan masyarakat,” ujarnya.
Diketahui, berdasarkan studi Kauffman & Bhomia (2017), satu pohon mangrove dewasa dapat menyerap sekitar 12–15 kg CO₂ per tahun. Dengan 2.000 bibit mangrove yang ditanam ini diperkirakan mampu menyerap sekitar 24 ton karbon dioksida (CO₂) per tahun, sekaligus menghasilkan sekitar 240 ton oksigen. Jumlah tersebut cukup memenuhi kebutuhan oksigen sekitar 880 orang setiap tahunnya. [dny/beq]






