Gaya Hidup

Sudah Dianggarkan Rp 280 Juta, Kenduri Durian Wonosalam 2021 Ditiadakan

Massa memadati lapangan Wonosalam saat acara kenduri durian (Kenduren) pada 2020 atau sebelum pandemi Covid-19 [Foto/dok]

Jombang (beritajatim.com) – Meski sudah dianggarkan Rp 280 juta, namun agenda tahunan Kenduren (Kenduri Durian) di Kecamatan Wonosalam untuk tahun 2021 ini ditiadakan. Pembatalan tersebut disebabkan dua hal, yakni gagal panen dan belum berakhirnya pandemi Covid-19.

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab membenarkan tidak digelarnya event tahunan yang mampu menyedot puluhan ribu massa tersebut. “Karena kondisi pandemi Covid-19 serta hasil panen durian yang kurang bagus, kegiatan tahunan Kenduren Wonosalam tahun 2021 ini kita tiadakan,” tutu Mundjidah Wahab, Selasa (26/1/2021).

Bupati juga mengungkapkan bahwa pembatalan tersebut merujuk pada Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor: 188/7/KPTS/013/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat untuk pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 19.

“Semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir, sehingga tahun berikutnya kita dapat menggelar kenduri durian Wonosalam serta kegiatan besar lainnya. Semoga hasil panen durian dan buah buahan di Wonosalam juga semakin baik dan barokah,” tuturnya.

Plt. Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jombang Drh. Sujoko MM menambahkan, sedianya kenduri durian digelar awal Maret dengan anggaran Rp 280 juta. Namun karena situasi pandemi dan adanya gagal panen, acara tersebut ditiadakan.

“Fenomena durian gagal panen ini mirip tahun 2017. Saat itu kenduri durian juga ditiadakan. Keputusan peniadaan kenduri durian ini juga telah disepakati oleh sembilan desa di Kecamatan Wonosalam,” ujar Sujoko.

Menurut Sujoko, sembilan desa di Wonosalam itu berembug dengan Camat Wonosalam M. Aminudin Haris; Pembina Asparjo (Asosiasi Pariwisata Jombang) Yusron Aminulloh; Ketua Asparjo Fadjari Ong dan jajaran Disporapar. Rapat digelar pada 20 Januari 2021, di Kantor Disporapar Jl. Gatot Subroto Jombang.

Wartomo, koordinator Kades se-Kecamatan Wonosalam membenarkan hal itu. Usulan peniadaan kenduri durian itu, menurut Wartomo, berdasar masukan warga dan para pihak di Wonosalam. “Pertimbangannya ada dua. Yakni, kondisi pandemi Covid-19 yang masih mengkhawatirkan serta hasil durian kali ini dianggap gagal panen,” pungkasnya.

Kenduri durian merupakan bentuk syukur warga Wonosalam atas hasil panen yang melimpah. Acara ini rutin digelar setiap tahun. Teknsinya, gunungan buah durian diletakkan di tengah lapangan. Gunungan tersebut kemudian dibuat rebutan. Jumlah durian yang diperebutkan sesuai dengan jumlah tahun.

Semisal, pada tahun 2020, durian yang direbut secara gratis juga 2020 butir. Kegiatan tersebut sekaligus sebagai ajang promosi wisata kawasan Wonosalam. Pasalnya, kawasan tersebut dikenal dengan keindahan alam dan tanaman buahnya. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar