Ngawi (beritajatim.com) – Sambal Belut merupakan salah atu kuliner yang kondang di Bumi Ngawi Ramah. Salah aatunya yang dikelola oleh pasangan suami istri (pasutri) Sumarmi (50) dan Dori.
Kedua warga Desa Kebon, Kecamatan Paron, Ngawi itu membuka warung makan di dekat simpang tiga Exit Tol Ngawi masuk Desa Grudo Kecamatan/Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Sambel belut ini merupakan olahan belut yang dipotong-potong dan digoreng dengan tepung yang tipis. Kemudian, disajikan dengan sambal tomat yang segar. Ditambah lalapan berupa daun kemangi, mentimun, kecambah, kacang panjang, dan rebusan daun ketela rambat.
Rasa belutnya gurih, lembut, dan kulitnya renyah. Saat dicocol sambal, rasanya makin kaya. Sambalnya cukup pedas. Makin nikmat ditambah lalapan sayur. Ada pula terong goreng yang menambah rasa jadi makin mantap.

Sumarmi, pemilik warung makan bercerita jika dia dan suami sudah berjualan sejak tahun 2010. Dulunya, hanya habis sekitar 2 kilogram belut saja sehari, kini sudah menghabiskan sebanyak 20 kilogram belut per harinya.
“Sekarang habis sekitar 20 kilogram belut. Kami awal jualan sejak 2010. Banyak yang datang ke sini dari luar kota. Harga satu porsi nasi sambal belut dan es teh itu Rp35.000,” kata Sumarmi saat ditemui di warungnya, Senin (17/7/2023)
Sumarmi mengatakan, dulu di warungnya hanya ada dua orang, yakni dirinya dan sang suami. Namun, kini sudah ada 10 karyawan yang merupakan warga asli Ngawi. Dia bersyukur bisa menyediakan lapangan kerja bagi warga sekitar.
“Warung kami buka mulai jam 8.00 pagi, sampai jam 21.00 malam. Jadi ya butuh beberapa karyawan. Alhamdulillah, sudah ada yang bantu sekarang. Kalau dulu ya hanya saya dan suami saja,” kata ibu dua anak itu.
Baca Juga: Warung Milangkori Ngawi, Suasana Pedesaan Nikmati Ikan Gurame dan Ayam Kampung
Sebelumnya, warung mereka berada di depan Kantor Pengadilan Agama. Kini sudah pindah di dekat pertigaan Exit Tol Ngawi sejak 3 bulan yang lalu. Kini tempat itu memiliki lahan parkir yang lebih luas. Pengunjung yang menggunakan roda empat bisa masuk.
“Ya di tempat yang dulu itu kan ngontrak. Terus kontrak habis, kemudian saya buka di dekat Exit Tol Ngawi ini. Tanah ini milik kami sendiri. Dan Sambel Welut Sukarasa hanya di sini saja. Kami tidak buka cabang di mana-mana,” lanjut Sumarmi.
[berita-terkait number=”2″ tag=”kuliner-ngawi”]
Pun, sampai kini Sumarmi menerima kritik dan saran dari para pelanggannya. Ketika ada sesuatu yang dirasa kurang, dia mengharap pelanggannya bisa menyampaikan langsung padanya.
“Kami menerima kritik dan saran dari para pelanggan ya. Kami harap pelanggan bisa menyampaikannya ke kami langsung,” pungkasnya.
Selain belut, ada menu ayam, lele, wader, patin asap, udang, tahu tempe, dan bebek goreng. [fiq/ted]






