Gaya Hidup

Ke Trowulan, Jangan Lupa Mampir Warung Sambel Wader Cak Mat depan Kolam Segaran

Warung sambel Cak Mat yang berada tepat di depan Kolam Segaran, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Trowulan, salah satu kecamatan di Kabupaten Mojokerto, selain dikenal sebagai Ibukota Kerajaan Majapahit dengan peninggalan-peninggalan seperti Kolam Segaran, juga dikenal dengan kuliner khasnya. Sambel wader. Meski bukan berasal dari Kolam Segaran, namun deretan warung penjual sambel dengan ikan wader banyak ditemui di sini.

Salah satunya adalah Warung Sambel Wader Cak Mat. Lokasinya yang berada tepat menghadap Kolam Segaran menjadikan warung ini yang paling banyak dikunjungi pelanggan. Sambel wader ini memiliki rasa yang khas dan resep bumbu yang berbeda. Kekuatan rasanya ada pada sambel yang pedas dan segar. Sambel yang disajikan juga sambal segar, sambel yang baru dibuat ketika ada pesanan.

Bumbu sambel sendiri terdiri dari berbagai macam bumbu dapur, yakni berupa cabai, tomat, bawang merah, putih dan jeruk nipis ditumbuk pada saat masih segar tanpa digoreng. Bumbu sambel mentah itu membuat rasa pedasnya kian mantap saat dipadukan dengan renyahnya ikan wader yang digoreng garing.

Ikan-ikan kecil seukuran jari kelingking itu ditaburkan di atas piring tanah (cowek) kecil bersama sambel. Sebagai lalapan, ada irisan ketimun, daun kemangi dan kubis. Namun karena langka, tak jarang menu ikan wader cepat habis karena banyak dipilih pelanggan yang datang. Tapi ada pilihan ikan lainnya. Seperti ayam, bebek, lele, belut, gurami, bawal dan aneka botok.

Salah satu pengunjung, Marina (35) mengaku, lagi iseng-iseng wisata kuliner ke Trowulan. “Saya ke sini sama teman saya. Saya tadi pilih menu sambel wader, khasnya Warung Wader Cak Mat. Rasanya luar biasa, enak sekali. Pedesnya itu pas banget,” ungkapnya, Sabtu (7/11/2020).

Masih kata warga Jombang ini, ia sengaja memilih menu sambel wader dibanding menu lainnya. Menurutnya, samber wader di Warung Wader Cak Mat paling terkenal dan warungnya paling besar dari warung lainnya. Sehingga cocok menjadi pilihan wisata kuliner bareng keluarga besar.

Sementara itu, pemilik warung, Siti menceritakan, jika warungnya yang berdiri di dekat lokasi Kolam Segaran banyak terdapat ikan wader. “Kan dekat Kolam Segaran, dikira wader dari Kolam Segaran. Di Kolam Segaran ada ikannya tapi jenisnya macam-macam. Orang berdatangan kesini pada hanya, ‘Nggak jualan wader ta bu?,” ujarnya.

Padahal, ikan wader yang memiliki bentuk kecil tersebut berasal dari sungai. Sementara orang sekitar banyak yang mencari ikan di sungai yakni ikan wader sehingga ikan wader menjadi lauk warga khususnya di Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Setelah banyak yang mencari, akhirnya ia berjualan sambel wader.

“Saya jualan sambel wader sejak tahun 1992 lalu, anak saya masih kecil-kecil. Sehari tidak tentu, lihat petaninya. Kalau petaninya ambil ikan 25 kg sampai 30 kg tapi ya itu yang dijual. Tapi masih ada pilihan ikan lain kalau wader habis, ada ikan belut, ada ayam. Memang wader, belut dan udang goreng yang menjadi andalan di sini,” jelasnya.

Selain ikan wader yang susah di cari, ikan belut juga jarang karena belut hidupnya di sawah sehingga dua ikan ini yang banyak di cari pelanggan. Untuk melayani para pelanggan, ia di bantu enam karyawan tetap. Namun saat warungnya ramai di akhir pekan atau libur panjang, ia akan menambah jumlah karyawan.

“Kalau pelanggan, kadang ramai, kadang sepi jadi tidak bisa dihitung berapa porsi tiap harinya. Rata-rata ya, 25 kg sampai 30 kg beras. Untuk ikan wader tergantung dari petani, bisa sampai 30 kg tapi kadang juga pernah hanya 5 kg. Karena dapatnya dari sungai sedikit. Kadang juga sehari, tidak ada menu sambel wader karena tidak ada,” urainya.

Menurutnya, pandemi Covid-19 juga membuat pendapatannya turun. Di awal wabah Covid-19 menyerang, dalam sehari hanya dapat Rp600 ribu sampai Rp700 ribu. Namun saat ini, jumlah pelanggan yang datang ke warungnya sudah mulai ramai sehingga dalam seminggu omzet yang dihasilkan antara Rp25 juta sampai Rp30 juta. Satu porsinya Rp15 ribu. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar