Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Inilah Wingko Babat Lamongan Yang Diajukan Hak Patennya

Lamongan (beritajatim.com) – Selain memiliki destinasi wisata yang indah, Kabupaten Lamongan juga banyak memiliki makanan atau kuliner khas yang siap memanjakan lidah. Tidak hanya makanan berat seperti Nasi Boran dan Soto Lamongan saja, tetapi Lamongan juga memiliki makanan ringan atau jajanan yang cukup beragam, salah satunya adalah Wingko Babat.

Jajanan yang dinisbatkan dari nama tempat di Lamongan yakni Kecamatan Babat ini menjadi jajanan yang wajib menjadi oleh-oleh bagi para pengunjung yang datang ke Lamongan. Bentuknya yang bulat dan rasanya yang legit ini pun membuat Wingko Babat mudah diingat, bahkan bagi orang yang baru saja mencicipinya.

Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki Wingko Babat tersebut, ternyata dikabarkan, daerah lain terlebih dahulu mendapatkan hak paten atas jajanan yang mirip wingko ini. Meski begitu, saat ini pihak Pemerintah Kabupaten Lamongan mengaku sedang mengajukan hak paten Wingko Babat sebagai salah satu kekayaan kuliner khas asal Lamongan.

“Daerah bisa mengajukan paten yang menjadi ke kekhasannya dan wingko Babat adalah salah satu yang sudah kami ajukan ke Kemenkumham RI melalui Disperindag Provinsi Jatim,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan pPerdagangan Muhammad Zamroni kepada wartawan, Kamis (23/9/2021) saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut, Zamroni mengatakan, bahwa Wingko Babat memiliki kekhasan dalam hal rasa jika dibandingkan dengan wingko buatan daerah lainnya. Hal itu menjadikan Wingko Babat ini dikenal sebagai jajanan khas Lamongan oleh masyarakat luas sejak dahulu.

Menurut Zamroni, proses pengajuan hak paten itu dilakukan melalui beberapa tahap. “Kekhasan itu tentu terletak pada paduan atau racikan adonannya. Proses pengajuan hak paten sudah dilakukan dan memang ada tahapan yang harus dilalui sebelum menerima sertifikat hak paten atas kekayaan khas Lamongan ini,” sambungnya.

Sementara itu, salah satu produsen Wingko Babat Lamongan, Olivia mengaku, bahwa Wingko Babat adalah jajanan yang kini menjadi jajanan oleh-oleh khas Lamongan yang sudah melegenda di mana-mana. Bahkan, Olivia mengatakan, jika usaha Wingko Babatnya tersebut adalah yang pertama di Indonesia dan sudah dilakukan oleh keluarganya secara turun temurun sejak tahun 1898.

Pemilik usaha Wingko Babat ‘Loe Lan Ing’ tersebut juga menjelaskan, bahwa pihaknya berusaha untuk tetap mempertahankan ciri khas jajanan Wingko Babat ini tanpa mengurangi cita rasa yang telah ada. “Semua prosedur pembuatan Wingko dilakukan dengan cara konvensional agar tidak mengurangi cita rasa aslinya,” ungkap generasi ke-5 penerus usaha Wingko Babat dari kuarganya itu.

Mengenai bahan dasar Wingko Babat, Olivia membeberkan, bahan dasar utamanya adalah kelapa muda, tepung beras ketan dan gula yang diolah sedemikian rupa sehingga memiliki rasa yang khas. Meski pesaingnya makin banyak, lanjut Olivia, Wingko Babat tetap eksis dengan tetap mempertahankan proses konvensional yang diajarkan turun temurun.

“Proses pengolahannya dilakukan secara konvensional, baik memasaknya yang masih menggunakan tungku, resepnya, hingga proses packingnya yang masih menggunakan cara manual. Dulunya sebelum terkenal seperti sekarang, Wingko Babat ini jual secara door to door ke pembeli,” pungkasnya.[riq/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar