Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Durian Saman Asli Magetan, Warna Dagingnya Kuning Keemasan

Magetan (beritajatim.com) – Harum durian Saman menyeruak ketika Mbah Saman, si empunya pohon indukan membelah buah berduri itu. Setelah dibuka terlihat warna kuning keemasan buah durian. Tekstur buahnya lembut dan seperti ada lapisan yang melindungi daging buah hingga tak membuat lengket di jemari.

Satu gigitan tak terlalu terasa karena terlindung lapisan pelindung daging. Saat dihisap baru ada rasa manis dan lumer di mulut. Nyaris tak ada rasa pahit. Daging buahnya pun pulen dan tidak terlalu lembek. Rasa gurih harum dengan daging tebal yang memuaskan. Biji durian Saman sangat kecil hingga bisa dimakan.

Mbah Saman (87) si empunya pohon durian Saman asli Desa Plangkrongan, Poncol, Magetan, Sabtu (5/3/2022)

Sayangnya, indukan durian Saman yang terletak di desa Plangkrongan, Poncol, Magetan tak berbuah banyak. Indukan pohon durian setinggi sekitar 50 meter itu hanya berbuah 100 buah saja. Hanya pohon turunannya saja yang berbuah melimpah.

” Tahun ini indukan Saman tidak berbuah lebat, kira kira hanya 100- n buah. Jika turunanya buahnya banyak,” kata mbah Saman, si empunya kebun sekaligus pohon indukan durian Saman.

Pohon turunan durian Saman tidak sama persis dengan induknya, tetapi rasa buahnya mendekati rasa buah dari pohon indukan. Namun, dagingnya tak berwarna kuning keemasan. Melainkan mirip durian pada umumnya.

“Turunanya berwarna kuning gading, bijinya kecil tapi tidak sekecil indukan. Kemudian rasa pahitnya mendominasi ketimbang manis. Sedikit lembek dan gurihnya kurang,” jelasnya.

Untuk dapat menikmati durian saman meski pesan dulu. Karena durian saman sekali jatuh sudah ada yang antri. Masalah harga tidak masalah bila tau rasa durian ini. [fiq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar