Ngawi (beritajatim.com) – Hektaran hutan lindung di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Manyul petak 33 dan petak 39 masuk Desa Girimulyo Kecamatan Jogorogo Ngawi, Jawa Timur terbakar mulai Senin (4/9/2023) pukul 11.00 WIB hingga pukul 20.48 WIB. Kini petugas gabungan dibantu warga setempat masih mencoba memadamkan api dan membuat ilaran.
Muh Haryanto warga Desa Girimulyo menduga jika api muncul karena adanya sejumlah pemburu yang belakangan naik ke kawasan hutan. Selain pemburu babi hutan, ada pula pemburu burung. Meski tindakan itu dilarang, namun nyatanya masih ada oknum yang ke hutan untuk berburu.
“Pemburu ini mungkin bawa rokok dan membuang puntung rokok sembarangan. Akhirnya, karena hutan banyak daun kering, jadi api mudah menjalar. Namun, bisa juga karena gesekan antar ranting saat tertiup angin,” kata Haryanto.
Baca Juga: Kirab Api Porprov Jatim Dimulai dari Candi Pari Sidoarjo
Dia mengaku pernah melihat beberapa orang yang berburu sambil menyalakan rokok di dalam hutan. Namun, dia tak ingin menuduh, pun dia menyerahkan penyelidikan tersebut pada pihak berwajib.
Sementara itu, Kapolsek Jogorogo AKP Nur Hidayat mengaku masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Pun, saat ini pihaknya masih membantu melakukan pemadaman dan membuat ilaran.
“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kami,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Kebakaran hutan lindung di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Manyul petak 33 BKPH Lawu Utara KPH Lawu Ds masuk Desa Girimulyo Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi, Jawa Timur makin meluas pada Senin (4/9/2023)
Hingga saat ini masyarakat bersama petugas gabungan masih berupaya melakukan pemadaman dan membuat ilaran.
Baca Juga: Muhaimin Netralkan Kampanye Hitam Terhadap Anies Baswedan
Ketua Lembaga Masyarakat Daerah Hutan (LMDH) Girimulyo Hartoyo mengatakan bahwa sebagian warga sudah naik. Bersama petugas gabungan, total personel yang sat ini berupaya memadamkan api dan membuat ilaran sekitar 30 orang.
“Tanamannya rimba campur dan ada juga yang pinus. Kurang lebih luasannya sekitar tujuh sampai delapan hektar. Meluas ini dari tadi siang belum padam,” kata Hartoyo, Senin (4/9/2023)
Hartoyo mengatakan kemungkinan dirinya dan masyarakat lain akan naik pada malam hari. Menurutnya, waktu yang aman bagi mereka untuk memadamkan api justru saat malam hari.
Baca Juga: Arsjad Rasjid dan Andika Perkasa Pimpin Tim Pemenangan Nasional Ganjar Pranowo
“Kalau siang panas, makin panas. Tapi kalau malam kan dingin, jadi gak terlalu terasa panas. Kemungkinan nanti malam bisa dipadamkan. Harapannya tidak makin menjalar RPH lain,” katanya.
Saat ini, dirinya masih belum tahu apa yang menyebabkan kebakaran tersebut. Sampai Senin (4/9/2023) pukul 17.37 WIB, api masih belum padam. Asap putih dan coklat masih mengepul di RPH Manyul Girimulyo tersebut. [fiq/ian]






