Gaya Hidup

Dua Jenis Kopi Lokal Asal Lawang Malang Jadi Primadona Pecinta Kopi

Jenis kopi yang sedang dikembangkan oleh Forum Kopi Lawang, Malang.

Malang (beritajatim.com) – Kopi kini menjadi minuman wajib diseduh oleh milenial. Minuman kopi semakin digemari oleh masyarakat. Menyeduhnya bisa menggugah semangat mereka sebelum melakukan aktivitas.

Di sisi lain, bisnis kopi pun kini menjamur dan makin banyak diminati. Forum Kopi Lawang yang berada di Malang memiliki beberapa anggota yang fokus memperkenalkan dua jenis kopi lokal khas daerah ini. Dua jenis itu adalah Kopi Budug Asu dan Kopi Lincing, semuanya berjenis Arabika.

“Kami membentuk forum Kopi Lawang untuk memperkenalkan kopi lokal wilayah Lawang sendiri, kepada berbagai pihak. Jenisnya, Kopi Budug Asu dan Kopi Lincing,” kata Ketua Pelaksana Forum Kopi Lawang, Anang Siswanto Aji, Selasa, (20/10/2020).

Kopi Lincing sendiri ditanam di ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut. Untuk jenis biji kopi ini memiliki rasa keasamaan yang menyenangkan dan rasa manis yang cukup. Kemudian kopi Budug Asu ditanam di ketinggian 1.250 meter di atas permukaan laut. Mereka mengembangkan jenis kopi ini sejak 2017.

Forum Kopi Lawang menggelar kompetisi seduh kopi.

“Kami memiliki lahan 4 hektare untuk fokus pada jenis kopi ini. Distribusinya ke berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Bali, Jakarta dan Kalimantan. Satu bulan kami kirim sekitar 1 ton,” ujar Anang.

Anang menuturkan, dua kopi lokal khas Lawang ini diolah pasca panen dengan metode anaerobic fermentation yaitu buah kopi difermentasi dengan cara dibekap didalam tanki yang kedap udara selama 7 hari. Untuk memamksimalkan penyerapan sukrosa yang ada dalam buah kopi ke dalam biji kopi tersebut. Sehingga memberikan sensasi rasa buah yang jelas, sangat manis dan menyenangkan.

Untuk semakin memperkenalkan dua jenis kopi lokal Lawang, mereka baru saja menyelenggarkan Lawang Fun, pada 18 Oktober 2020 lalu, di Kosulas Coffee. Forum Kopi Lawang membuat kompetisi fun brewing hingga membagikan kopi gratis pada pengunjung kafe.

“Mengadakan kompetisi seduh kopi (brewing competition) dengan maksud membantu penyeduh untuk belajar, melatih keterampilan, mental, serta sebagai naungan untuk kompetisi berskala besar. Ada 24 peserta, adalah dari Malang Raya, Pasuruan, Sidoarjo dan Surabaya. Kami juga memberikan kopi gratis, agar mereka mengerti dan mengetahui rasa kopi lokal wilayah Lawang,” tandasnya. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar