Jember (beritajatim.com) – Gara-gara tidak ada papan skor, kemenangan telak 11-0 Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Indonesia Djember (Persaid) atas Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Banyuwangi (Persawangi) dalam turnamen sepak bola amputasi Piala Bupati, di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (15/3/2023), diragukan.
Khusnul Yakin, kapten Persatuan Sepak Bola Amputasi Surabaya (Persas), yang menyaksikan dari tribun Stadion Notohadinegoro, mengatakan, kemenangan Persaid tidak sebesar itu. “Kami di tribun menghitung skornya antara 9-0 atau 10-0. Tapi wasitnya mengumumkan skornya 11-0. Simpang siur,” katanya, Kamis (16/3/3023) malam.
Masalah skor ini kemudian ditanyakan dalam pertemuan teknis antarperwakilan peserta Piala Bupati Jember. “Saya tidak tahu hasilnya bagaimana. Pengurus lebih paham,” kata Yakin.
Ketua Persatuan Sepak Bola Amputasi Indonesia Jember M. Agus Sabirin membenarkan adanya keraguan terhadap skor kemenangan Persaid. “Banyuwangi dan Surabaya mengira skornya 9-0. Tapi kita kan punya pengawas pertandingan dan pencatat gol. Di situ tertulis 11-0. Jadi mereka tidak bisa apa-apa,” katanya. Sebelas gol Persaid dicetak Bahiri (6 gol), Lukiyanto (3 gol), dan Hafid (2 gol).
Baca Juga: Turnamen Sepak Bola Amputasi Piala Bupati Jember, Tuan Rumah Masuk Unggulan
Perbedaan pendapat soal jumlah gol dalam sebuah pertandingan resmi sepak bola konvensional selama ini tak pernah ada. Informasi soal jumlah gol selama pertandingan bisa diakses penonton karena adanya papan skor di stadion. Papan skor inilah yang tidak ada dalam pertandingan Persaid melawan Persawangi.
“Memang dengan persiapan kami yang pas-pasan dalam menggelar turnamen ini, di situ tidak ada papan skor. Sampai detik ini, kami belum punya pinjaman papan skor,” kata Agus.
Situasi diperparah oleh tidak adanya penandatanganan berita acara oleh kedua belah perwakilan tim usai pertandingan. “Sebagai antisipasi (protes serupa tak terjadi), setiap selesai pertandingan akan ada woro-woro bahwasanya setiap tim akan menandatangani kertas (berita acara pertandingan),” kata Agus.
“Yah begitulah, keterbatasan semuanya. Kami banyak pikiran. Sampai saat ini anggaran yang masuk (untuk membiayai turnamen) masih nol,” kata Agus.
Kendati bertajuk Piala Bupati Jember dan sudah mendapat lampu hijau dari Bupati Hendy Siswanto sendiri, turnamen sepak bola amputasi ternyata tak dianggarkan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jember.
Ketua panitia dan Wakil Ketua Persatuan Sepak Bola Amputasi Indonesia Sugianto mengatakan, pihaknya hanya mendapat bantuan fasilitas, yakni penginapan peserta di Hotel Kebonagung milik Pemkab Jember, tempat pertandingan di Stadion Notohadinegoro, dan angkutan bus antarjemput peserta dari hotel ke stadion.
Selain itu, Pemkab Jember hanya memberi bantuan konsumsi 50 nasi kotak setiap hari. “Padahal dibutuhkan 120 nasi kotak setiap hari. Ini kami bingung cari sisanya,” kata Sugianto, sebagaimana diberitakan Beritajatim.com, Kamis (16/3/2023).
Sugianto berharap ke depan, Pemkab Jember tidak setengah hati memberikan harapan. “Sesuai tajuknya Piala Bupati, kami harap ya anggaran sepenuhnya ditanggung bupati. Kita mempertaruhkan nama daerah kita dalam hal penyelenggaraan dan sebagai tuan rumah,” katanya.
Turnamen ini digelar di di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, 15-19 Maret 2023. Enam tim yang berpartisipasi adalah Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Indonesia Djember (Persaid), Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Surabaya (Persas), Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Madura (Persam), Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Banyuwangi (Persawangi), Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Malang (Persama), dan Pasuruan Amputee Football Club (PAFC).
Mereka terbagi dalam dua grup. Grup A terdiri atas Persaid, Persas, dan Persawangi. Grup B terdiri atas Persam, Persama, dan PAPFC. Juara dan runner-up masing-masing grup akan dipertandingkan secara silang do babak semifinal. Rencananya pertandingan final akan digelar pada Minggu (19/3/2023) di alun-alun Kabupaten Jember. [wir/ted]






