Ngawi (beritajatim.com) – Usai mengunjungi rumah dr Radjiman Wedyodiningrat, Capres nomor urut tiga, Ganjar Pranowo bertandang ke pabrik sepatu yakni PT Dwi Prima Sentosa di Jalan Raya Ngawi Caruban masuk Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (18/1/2024).
Kehadiran Ganjar pun membuat heboh seluruh karyawan yang didominasi kaum hawa itu. Para pekerja pun, sempat berebut untuk berfoto dengan Ganjar. Sebagian mereka tidak percaya jika pasangan cawapres Mahfud MD itu hadir langsung di tengah mereka.
Mantan Gubernur Jawa Tengah itu mengecek proses pembuatan sepatu dan sempat berdialog dengan para pekerja. Suami Siti Atiqoh Supriyanti itu juga mengecek sejumlah peralatan di pabrik sepatu dengan 1.700 karyawan itu. Ganjar pun sempat bertemu dengan salah satu pekerja difabel dan berkomunikasi dengan bahasa isyarat.
Ganjar pun mengapresiasi pabrik sepatu tersebut karena juga melibatkan para pekerja yang merupakan difabel. Artinya, mereka juga memberikan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. ‘’Saya senang karena di perusahaan ini juga mengakomodir para penyandang disabilitas itu bagus sehingga inklusivitasnya berjalan dan mereka punya kesempatan untuk bisa bekerja di pabrik ini,’’ kata Ganjar.
Menurutnya, perusahaan seperti PT Dwi Prima Sentosa perlu dukungan lebih. Seperti pemberian insentif hingga dukungan pemasaran di luar negeri. Menurutnya, para duta besar Indonesia yang tersebar di berbagai belahan dunia bisa menjadi fasilitator sekaligus marketer.
‘’Sehingga beberapa negara di luar sana yang membutuhkan katakan produksi alas kaki seperti yang ada di pabrik ini, bisa kita dorong. Umpama kapasitas turun, bisa dilobby. Maka ini perlu,’’ katanya.
Selain itu, perlu juga rencana B yang harus disiapkan. Seandainya jika para pekerja tidak bisa mendapatkan pekerjaan imbas pemutusan hubungan kerja (PHK). ‘’Kami bakal siapkan ruang untuk mereka yang tidak bisa dapat kerja. Dikasih pelatihan supaya jadi entrepreneur, jadi punya usaha sendiri,’’ lanjut Ganjar.
“Namun, di masa seperti ini masih bisa bertahan saja sudah bagus sekali. Jadi kami usahakan untuk kebebasan pajak. Ya, diberikan kemudahan untuk perpajakan. Ini Perlu dialog dengan para pengusaha,” pungkasnya. [fiq/beq]






