Surabaya (beritajatim.com) – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jatim memastikan program Pokir DPRD Jatim 2026 akan menyentuh isu-isu krusial, termasuk efisiensi program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui riset yang dilakukan perguruan tinggi, pemerintah ingin memitigasi potensi sisa makanan agar program tersebut lebih efisien.
”Kami ingin ada rekomendasi supaya tidak terjadi sisa makanan yang banyak di program MBG. Ini riset yang sangat menarik dan dibutuhkan untuk efisiensi anggaran,” kata Kepala Brida Provinsi Jatim, Dr. Andriyanto kepada wartawan di kantornya, Kamis (12/3/2026).
Pemprov Jatim akan menerapkan sistem baru untuk penyaluran pokok pikiran (pokir) dari DPRD Jatim.
Tak lagi disalurkan dalam bentuk hibah melainkan bentuk program, sistem penyaluran dibuat lebih ketat agar semakin tepat sasaran dan manfaat.
Untuk itu, Brida Jatim menggandeng enam perguruan tinggi di Jatim guna menjadi pelaksana pelaksana program pokir DPRD Jatim di tahun 2026. Dimana tahun ini total alokasi anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk 10 riset yang dilakukan.
Kepala Brida Jatim Andriyanto secara khusus melaksanakan MoU dengan perguruan tinggi untuk membantu melaksanakan 10 riset dari program pokir tahun ini
“Alhamdulillah di tahun 2026 ini kita mendapatkan 10 riset dari anggaran pokir anggota DPRD Provinsi Jatim yang ditempatkan di Brida. Maka kita menggandeng enam perguruan tinggi untuk menjadi pelaksana dari program pokir,” tegas Andriyanto.
Enam perguruan tinggi tersebut adalah Unair, ITS, Unej, Universitas NU Sidoarjo, UINSA dan Universitas Budi Utomo Malang. Perguruan tinggi ini nantinya akan mendapatkan tema riset yang hasilnya diharapkan akan menjadi solusi permasalahan di Jawa Timur.
Di antaranya riset terkait pengentasan kemiskinan di Bojonegoro dan Tuban, kemudian riset tentang industri kreatif di Malang, dan juga riset gizi untuk anak usia dini.
Selain masalah sampah pangan, riset pokir kali ini juga membidik kemandirian energi dan pangan.
Wahyu Tri Amalia, Dosen Fakultas Vokasi ITS, menyebut pihaknya tengah menggarap riset Bioetanol dan Tepung Sorgum. “Ini adalah atensi langsung dari Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kami berkomitmen menyelesaikan kajian ini sebelum tenggat waktu 2 Juli mendatang,” tegas Wahyu. (tok/aje)






