Jakarta (beritajatim.com) – Perusahaan multinasional asal Prancis, Danone, baru-baru ini menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan umat di Indonesia. Kolaborasi ini datang di tengah gerakan boikot global yang semakin intens, yang dipicu oleh tudingan bahwa Danone memiliki afiliasi dengan Israel.
Melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan DMI, Danone berupaya membuktikan bahwa mereka tidak terlibat dalam politik atau mendukung aktivitas di Israel, sambil terus berfokus pada kontribusi positif untuk masyarakat Indonesia, khususnya umat Muslim.
Kemitraan ini bertujuan untuk mengembangkan berbagai program strategis, termasuk pemberdayaan ekonomi sosial, fasilitas ibadah yang ramah lingkungan, dan pemberdayaan kewirausahaan di komunitas sekitar masjid.
“Kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen AQUA untuk mengalirkan kebaikan seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia, khususnya umat Muslim,” ujar Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia, dalam keterangan tertulisnya.
Tudingan terhadap Danone semakin kencang seiring dengan kabar bahwa perusahaan ini memiliki investasi di sejumlah entitas bisnis di Israel, termasuk kepemilikan saham di Strauss Health Ltd., salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di Israel. Terbaru, Danone disebut-sebut terlibat dalam pendanaan untuk perusahaan rintisan di Israel, Wilk, yang memproduksi ASI buatan. Namun, Danone Indonesia dengan tegas membantah tudingan tersebut.
Arif Mujahidin, Corporate Communications Director Danone Indonesia, menjelaskan bahwa sebagai entitas swasta, Danone tidak memiliki afiliasi dengan politik atau negara manapun, termasuk Israel.
“Kami tidak memiliki afiliasi dengan politik apa pun. Kami berkomitmen untuk memberikan dampak positif di Indonesia, termasuk dengan rutin menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina,” kata Arif.
Sebagai bukti komitmennya terhadap kemanusiaan, Danone Aqua telah memberikan sejumlah bantuan, termasuk donasi sebesar Rp2 miliar yang disalurkan kepada Lazis Muhammadiyah dan Lazis Nahdlatul Ulama, serta Rp500 juta melalui Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI). Danone juga terus menjaga kualitas produk, yang tetap menjadi pertimbangan utama bagi konsumen. [beq]






