Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menyelamatkan kualitas produksi durian lokal. Langkah ini diambil sebagai respons atas gangguan hama penggerak yang kerap menurunkan nilai jual buah durian lokal.
Penerapan teknologi berbasis fenologi tumbuh dan bio-ekologi kini mulai diuji coba secara intensif di sentra durian Desa Kronto, Kecamatan Lumbang. Upaya riset ini dirancang untuk menciptakan sistem perlindungan tanaman yang lebih efektif, efisien, dan ramah lingkungan bagi para petani.
Kabid Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian, Ririn Khuswati, menyebutkan bahwa implementasi teknologi ini bertujuan menekan persentase serangan penyakit secara signifikan. “Diharapkan penanganan dan penelitian tersebut dapat diadopsi oleh petani durian di wilayah sekitar dan Kabupaten Pasuruan secara umum,” ujar Ririn.
Fokus utama dari kerja sama ini adalah memberikan edukasi kepada 73 kelompok tani mengenai cara penanganan hama yang berkelanjutan. Dengan pendampingan dari Perhimpunan Periset Indonesia (PPI), petani diharapkan tidak lagi hanya mengandalkan metode konvensional dalam menjaga pohon mereka.
Hama ulat durian yang sempat marak pada tahun-tahun sebelumnya menjadi alasan kuat perlunya intervensi sains dalam sektor pertanian ini. Pemerintah ingin memastikan bahwa varietas lokal seperti durian Kasmin tetap menjadi primadona tanpa cacat fisik akibat serangan ulat.
Ririn juga menekankan pentingnya peran riset ini sebagai fondasi bagi keberlangsungan ekonomi petani di enam kecamatan sentra durian. “Penanganan ini dilakukan melalui pengelolaan hama penggerak durian yang bertujuan untuk implementasi teknologi berkelanjutan,” tambahnya.
Selain faktor hama, tim ahli juga memantau pengaruh curah hujan tinggi yang sering kali membuat kualitas rasa buah menjadi agak hambar. Melalui riset ini, diharapkan ditemukan pola pemupukan dan perawatan yang tepat agar rasa durian tetap manis meski cuaca sedang ekstrem.
Transformasi pertanian berbasis riset ini diharapkan mampu meningkatkan standar ekspor durian lokal Pasuruan ke pasar yang lebih luas. Pemerintah optimis bahwa sinergi dengan peneliti nasional akan membawa perubahan besar bagi kemakmuran para petani durian di lereng pegunungan. (Ada)





