Ngawi (beritajatim.com) – Petani di Desa Beran Kecamatan/Kabupaten Ngawi gagal panen lagi. Tanaman mereka tak bisa dipanen lantaran terkena hama. Hanya tersisa beberapa batang yang mampu berbuah dan berisi. Mereka hanya bisa mengambil padi yang masih bisa dipanen meski hanya sedikit.
Salah satunya, Tholib (53) warga setempat. Tholib menanami lahannya seluas satu hektar dengan tanaman padi. Dia mengaku sudah empat kali gagal panen. Penyebabnya yakni karena terserang hama dan cuaca yang tak menentu belakangan ini.
“Tanaman padi saya berusia 3 bulan, ini sudah gagal berbuah. Kalau ada yang berbuah pasti langsung dimakan burung. Ini saya mengambil sisa padi yang sudah dimakan burung. Ya sisa ini hanya cukup untuk makan saja,” kata Tholib.
Sementara, petani setempat yakni Sutarti mengaku memiliki sawah seluas 3 hektar. Awalnya, tanaman padinya tumbuh subur. Namun, setelah diberi pupuk, justru malah tak mau berbuah. Ditambah lagi belakangan cuaca panas.
BACA JUGA:
Pengemudi Bus yang Tabrak Tronton di Ngawi Pernah Terlibat Kecelakaan di Magetan
“Penyebabnya banyak hama. Cuaca belakangan panas, padi seluas 3 hektar gagal panen. Biaya yang dikeluarkan banyak kini hanya bisa mengambil sisa burung,” kata Sutarti.
Mereka pun menanggung kerugian biaya modal yang mencapai Rp7 juta sekali musim tanam. Mereka pun tak melanjutkan menggarap sawah, pun tanaman padi yang dibiarkan itu kini dibabat untuk pakan ternak. [fiq/but]






