Pamekasan (beritajatim.com) – Gagal fokus dan efektivitas penyelesaian akhir menjadi kendala Madura United FC yang kembali bermain imbang 2-2 kala menjamu Arema FC pada pekan ke-22 Super League di Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan (SGMRP) Pamekasan, Sabtu (21/2/2026).
Pada laga tersebut, Laskar Sape Kerrab sempat unggul 1-0 pada interval pertama berkat gol Junior Brandao yang dicetak pada masa injury time, tepatnya pada menit 45’+1′. Namun gol tersebut dibalas Singo Edan melalui Dalberto Luan Belo pada menit 46′, serta gol Joel Vinicius Anjos pada menit 51′.
Beruntung bek andalan tim kebanggaan suporter Madura Bersatu, Jorge Mendonca berhasil mencetak gol pada menit 88′, sekaligus menyamakan skor 2-2 hingga menjadi hasil akhir laga bertajuk Derby Jawa Timur.
“Sejak menit awal kita sudah menerapkan strategi menyerang, dan beberapa peluang sempat diciptakan. Tapi efektifitas penyelesaian akhir selalu menjadi kendala utama, dan kita tidak bisa mencetak gol sebanyak yang kita inginkan,” kata Pelatih Madura United FC, Carlos Periera.
Bahkan juru taktik berkebangsaan Brasil, juga menilai jika gagal fokus menjadi kendala utama khususnya pasca turun minum. Di mana Arema berhasil mencetak dua gol cepat dan berbalik unggul.
“Kita kembali (babak kedua) dengan konsentrasi yang sangat rendah, sangat tidak adil jika menunjuk satu orang, tapi kami akan mengevaluasi masalah ini agar tidak terulang di pertandingan berikutnya,” ungkapnya.
Beruntung pada laga tersebut, tim kebanggaan suporter Madura Bersatu mampu menyamakan skor pada menit akhir laga. “Sayang gol terakhir datang terlambat untuk merubah hasil akhir menjadi kemenangan,” sesalnya.
“Pada babak kedua kita tidak terlalu bagus, terlalu awal kebobolan 2 gol. Setelah itu kita mulai menyerang dengan beresiko di belakang. Untungnya kita berhasil menyamakan kedudukan (skor) sekalipun terlambat,” pungkasnya. [pin/but]






