Malang (beritajatim.com) – Pekerja Ojek online (Ojol) dan driver online yang tergabung dalam Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal) Malang Raya bersama Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Malang Raya, menolak layanan dobel order yang diberlakukan oleh aplikator. Hal itu karena dinilai merugikan Ojol dan driver online. Bahkan rencananya akan melakukan aksi turun ke jalan.
“Kami prihatin dengan adanya layanan dobel order yang diterapkan aplikator karena sangat merugikan. Kami mematangkan rencana turun ke jalan tolak dobel order,” ungkap Presidium Frontal Malang Raya, Puji Waluyo, Rabu (15/3/2023) siang.
Menurut Puji, alasan keberatan Frontal adalah tarif murah dan dampak tidak meratanya order terhadap mitra. Seharusnya, dua order bisa dijalankan dua mitra driver. Tetapi saat ini, bisa diselesaikan hanya satu driver dengan pembayaran tarif yang dianggap tidak layak.
Layanan ini, menurut Puji, juga ditolak keras oleh Ketua Komunitas yang tergabung dalam Koordinasi Frontal Malang Utara (Maltara) dan PDOI Malang Raya.
Baca Juga:
Tengahi Selisih Paham Ojol dan Ojek Pengkolan, Dishub Ponorogo Jalankan Kesepakatan
Puji menjelaskan sikap tegas menolak diwujudkan dengan mendatangi satu-persatu aplikator dengan memberikan surat resmi penolakan.
Kata dia, dampak kerugiannya, jika layanan itu dijalankan, yakni pendapatan mitra semakin menurun, resiko komplain terhadap customer semakin besar terhadap mitra driver.
Selain itu, juga dinilai berakibat fatal terhadap mitra mendapat rating buruk dan berpotensi mendapat sanksi terhadap mitra, sebab pengantaran order semakin lama dan sekaligus tidak meratanya order yang diterima rekan mitra driver lain di lapangan.
Baca Juga:
Tarif Ojol Naik, Begini Cara Atur Biaya Transportasi Agar Tidak Boros
“Solusi terbaik ada dua yaitu hapus double order atau naikkan tarif terhadap mitra juga double sesuai jarak pengantaran, ” terangnya.
“Kami berharap layanan dihapus saja, dikembalikan ke layanan asal (single order). Namun jika hal ini tetap dijalankan, kami siap turun ke jalan,” sambung Puji.
Layanan double order food adalah layanan dua tujuan dengan customer berbeda yang diterapkan di semua aplikator. [yog/beq]






