Gresik (beritajatim.com)- Produsen smelter terbesar di dunia PT Freeport Indonesia (PTFI) tidak hanya menjalankan operasional produksi di lini bisnis saja. PTFI juga konsent mendukung atlet disabilitas meraih prestasi diajang Paralimpiade 2025 yang digelar di Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) Gresik. Ratusan atlet saling mengeluarkan kemampuannya bagaimana menjadi yang terbaik di Kejuaraan Paralimpiade Kabupaten
Gresik (Keparkab).
Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Andri Bagus Sugiarto mengapresiasi dukungan penuh PTFI dalam kegiatan ini sebagai komitmen memajukan olahraga disabilitas dan mendukung penyandang disabilitas terus beprestasi.
“Antusiasme atlet luar biasa. Semakin banyak atlet yang rutin berlatih dan orang tua menunjukkan dukungan penuh. Para atlet kini lebih percaya diri mengekspresikan diri di arena
pertandingan,” ujarnya, Jumat (15/8/2025).
Sementara itu, salah satu atlet disabilitas tunagrahita cabang atletik tolak peluru dan lompat jauh jenjang SMA, Khoirul Dwi Romadhoni mengaku senang dan bangga dapat berpartisipasi.
“Saya senang sekali bisa ikut
bertanding di kejuaraan ini. Hasil ini adalah buah dari latihan sebelumnya yang cukup baik. Harapan saya,
semoga bisa terus berprestasi dan ke depan ada lebih banyak perlombaan yang dapat diikuti,” ungkapnya.
Vice President External Affairs Smelter PTFI Erika Silva menuturkan, dukungan ini merupakan realisasi komitmen PTFI terhadap penghormatan hak asasi manusia, sekaligus upaya mendorong keberagaman dan kesetaraan.
“Kami percaya bahwa setiap individu, tanpa terkecuali, memiliki potensi untuk berprestasi. Melalu paralimpiade ini, kami ingin memastikan para atlet disabilitas di Gresik mendapat kesempatan yang sama untuk meraih prestasi terbaik, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas,” tuturnya.
Ajang Keparkab 2025 mempertandingkan empat cabang olahraga atletik, yaitu lari, lompat jauh, tolak peluru, dan lempar cakram. Tahun ini, jumlah peserta sebanyak 153 atlet, meningkat dibandingkan jumlah tahun lalu sebanyak 119 atlet. Para peserta berasal dari Sekolah Luar Biasa (SLB) dan sekolah inklusi di wilayah Gresik.
Kejuaraan ini sejalan dengan tujuan PTFI yaitu mengembangkan pembinaan atlet disabilitas berkelanjutan, menyediakan fasilitas olahraga yang memadai dan aksesibel, serta melahirkan atlet profesional yang dapat mengharumkan nama Gresik. [dny/aje]






