Jember (beritajatim.com) – Fraksi PDI Perjuangan menilai visi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Jember 2025-2045 belum punya kekuatan motivasi, sehingga perlu disempurnakan.
Hal ini dikemukakan Alfan Yusfi, juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, dalam sidang paripurna menanggapi Nota Pengantar Raperda (RPJPD) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Jember 2025-2045, di gedung DPRD Jember, Jawa Timur, Sabtu (22/6/2024).
Visi RPJPD Kabupaten Jember Tahun 2025-2045 adalah Jember yang maju, berdaya saing, sejahtera, dan berkelanjutan. Alfan mengatakan, visi seharusnya lebih memiliki ruh, sehingga RPJPD Kabupaten Jember akan menjadi acuan bagi pemerintahan bersama – sama masyarakat untuk mewujudkan cita-cita.
“RPJPD Kabupaten Jember 2025 – 2045 hendaknya mencerminkan cara pikir, cara pandang, cara kerja dan cara hidup Pemerintah Kabupaten Jember, yang secara holistik, akan menjadi acuan dalam penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Jember selama 20 tahun mendatang,” kata Alfan.
Sasaran visi pun perlu disempurnakan. “Pertama, dalam rangka peningkatan daya saing ekonomi daerah, maka dibutuhkan inovasi di segala bidang, termasuk di dalamnya daya saing sumber daya manusia,” kata Alfan.
Daya saing, menurut Alfan, adalah kemustahilan jika tanpa inovasi yang kuat. “Daya saing ekonomi daerah akan tercapai, apabila diikuti inovasi dan akselerasi di segala bidang,” katanya.
Fraksi PDI Perjuangan menilai, penurunan tingkat kemiskinan dan ketimpangan antarawilayah di Kabupaten Jember tidak cukup.
“Penting juga untuk menjadikan capaian utama adalah penurunan gini rasio. Dengan demikian bukan hanya ketimpangan antar wilayah di Kabupaten Jember yang menjadi sasaran utama, tetapi ketimpangan antar penduduk, baik dari sisi ekonomi, pendidikan, dan sosial sangat penting untuk diperhatikan,” kata Alfan.
Peningkatan produktivitas daerah, menurut Alfan, harus diikuti dengan indikator-indikator yang jelas. “Dengan begitu seluruh sumber daya pemerintah daerah bisa dimaksimalkan untuk mewujudkan capaian produktivitas daerah sampai pada 2045,” kata Alfan.
PDI Perjuangan berharap peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Jember dua dekade mendatang. “Kualitas sumber daya manusia akan menjadi faktor penting untuk mewujudkan beberapa visi sebelumnya baik daya saing ekonomi daerah, peningkatan produktivitas daerah, apalagi penurunan tingkat kemiskinan, dan gini rasio,” kata Alfan.
Alfan meminta Pemerintah Kabupaten Jember lebih efektif dalam mengoptimalkan penggunaan anggaran selama 20 tahun mendatang, terutama di sektor pendidikan. “Berbicara kualitas sumber daya manusia, maka tidak hanya menyangkut intelektualitas dan skill saja, tetapi juga berkaitan dengan spiritualitas dan etika,” katanya.
Sasaran terakhir visi RPJPD Jember 2025-2045 adalah terwujudnya net zero emission. Alfan mengatakan, perwujudan hal tersebut memburuhkan kecermatan Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengambil kebijakan dan program.
“Penting untuk menyelaraskan peningkatan daya saing ekonomi dan produktivitas daerah di satu sisi dengan terwujudnya net zero emission ini. Seringkali pemerintah dihadapkan pada pilihan antara peningkatan daya saing ekonomi daerah, industrialisasi, peningkatan produktifitas daerah, dengan urusan kelestarian lingkungan,” kata Alfan. [wir]






