Jember (beritajatim.com) – Fraksi Gerakan Indonesia Berkarya DPRD Jember, Jawa Timur, berharap potret buruknya komunikasi politik eksekutif dengan legislatif selama lima tahun pemerintahan Bupati Faida, harus menjadi pelajaran berharga.
“Cukuplah menjadi pelajaran berharga, bahwa etika dan ego politik pimpinan daerah harus dijaga dan dijunjung setinggi-tingginya. Jika tidak, jutaan rakyat Jemberlah yang dikorbankan, seperti yang kita lihat dan rasakan sekarang ini,” kata Dewi Asmawati, juru bicara Fraksi GIB, dalam sidang paripurna pembahasan LPP APBD 2020, di gedung DPRD Jember, Kamis (1/7/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”dprd-jember”]
“Pola semacam Kerajaan Jember yang pernah terjadi selama lima tanun terakhir juga harus berakhir, dan jangan pernah terjadi lagi pada era Bupati Hendy. Bupati dan DPRD adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam pemerintahan dan pembangunan daerah,” kata Dewi.
Fraksi Gerakan Indonesia Berkarya berharap Bupati Hendy benar-benar tidak mengulang sejarah buruk dan kelam pemerintahan masa lalu, untuk masa sekarang dan yang akan datang. “Jember harus bangkit dari keterpurukan ini,” kata Dewi.
Fraksi Gerakan Indonesia Berkatya akan terus mengawal pemerintahan Kabupaten Jember agar semakin lebih baik, sesuai tugas dan fungsi parlemen. “Tetapi, Seperti dalam lagunya Iwan Fals: wakil rakyat bukan paduan suara, yang hanya menyanyikan lagi setuju. Kami akan tetap akan ingatkan bupati dan pemerintahan Kabupaten Jember, dengan keritik yang solutif untuk kemajuan dan kemakmuran masyarakat,” kata Dewi. [wir/kun]






