Madiun (beritajatim.com) – Puluhan ayam kampung di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, mati mendadak dalam waktu singkat. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun menduga kematian unggas tersebut disebabkan oleh virus avian influenza (AI) atau flu burung yang kembali mengancam wilayah Jawa Timur.
Kepala Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Madiun, drh. Harris, menjelaskan bahwa laporan pertama diterima pada Kamis (23/10/2025). Menindaklanjuti informasi dari warga, pihaknya segera mengirim tim dari Balai Ternak Lapangan (BTL) Kecamatan Wungu untuk melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
“Petugas langsung menindaklanjuti laporan dari warga. Namun, karena seluruh bangkai ayam sudah dibakar, kami hanya bisa menggali informasi dari keterangan pemilik,” ujar Harris saat dikonfirmasi, Selasa (28/10/2025).
Dari hasil pendataan, tercatat 23 ekor ayam kampung mati dalam tiga hari. Angka tertinggi terjadi pada hari ketiga, di mana 20 ekor ayam mati sekaligus. Pola kematian yang cepat dan serentak disertai gejala akut memperkuat dugaan adanya flu burung.
“Pola kematian yang cepat dan masif dengan gejala klinis akut mengarah kuat pada dugaan flu burung. Jawa Timur sendiri masih termasuk wilayah dengan status terduga AI,” imbuhnya.
Harris menyebut kasus seperti ini bukan yang pertama di wilayah Kecamatan Wungu. Sebelumnya, laporan serupa juga pernah diterima dari beberapa titik lain, meski sejauh ini belum ditemukan kasus di peternakan besar.
“Untuk peternakan skala rumahan memang ada dua laporan. Sementara yang besar sejauh ini aman karena mereka punya sistem biosekuriti yang ketat,” terangnya.
Sebagai langkah cepat, DKPP Madiun telah menyalurkan vitamin serbuk dan cairan disinfektan kepada warga terdampak. Peternak juga diimbau segera melakukan vaksinasi unggas yang masih sehat untuk meningkatkan kekebalan tubuh ayam terhadap infeksi.
“Pencegahan harus dilakukan dari dua arah. Dari luar, dengan penyemprotan disinfektan. Dari dalam, lewat vaksinasi agar imunitas unggas meningkat,” tutur Harris.
Ia menambahkan, ayam yang terinfeksi flu burung biasanya menunjukkan ciri cengker kebiruan, tubuh lemas, dan pendarahan pada organ dalam seperti tembolok dan usus.
Menurutnya, masa peralihan musim atau pancaroba saat ini menjadi periode rawan munculnya penyakit unggas. Udara lembap disebut memudahkan virus bertahan di lingkungan.
“Udara lembap membuat virus lebih mudah bertahan. Jadi, peternak harus menjaga kebersihan kandang, membatasi akses keluar-masuk, dan melakukan penyemprotan secara rutin,” pungkasnya. [rbr/beq]






