Valladolid (beritajatim.com) – Keputusan Hans-Dieter Flick melakukan rotasi besar-besaran pada laga jornada ke-34 melawan Real Valladolid nyaris berbuah petaka. Namun, keberanian sang pelatih menyingkirkan tujuh pemain utama akhirnya berujung manis.
Bermain di Estadio Jose Zorrilla pada dini hari tadi, FC Barcelona (FCB) sukses mencuri kemenangan 2-1 meski sempat tertinggal lebih dulu.
Tujuh nama yang masuk starting XI kali ini antara lain Marc-Andre ter Stegen, Hector Fort, Andreas Christensen, Gavi, Dani Rodriguez, Ansu Fati, dan Pau Victor. Mereka diturunkan untuk menggantikan nama-nama pilar utama yang disimpan Flick demi menghadapi jadwal superpadat sepekan ke depan.
Keputusan ini terbukti riskan. Baru enam menit laga berjalan, gawang FCB sudah kebobolan oleh Ivan Sanchez. Namun, situasi mulai berubah setelah Dani Rodriguez cedera di menit ke-38 dan digantikan oleh Lamine Yamal. Pada babak kedua, Flick kembali memasukkan Raphinha dan Frenkie de Jong yang langsung memberi dampak.
Hanya dalam kurun 16 menit, FCB berhasil membalikkan keadaan. Raphinha mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-54 sebelum Cermin Lopez memastikan kemenangan dengan golnya di menit ke-61.
Tambahan tiga poin ini membuat FCB memperlebar jarak dengan Real Madrid menjadi tujuh poin (79 berbanding 72), meski sang rival baru akan memainkan pertandingan jornada ke-34 mereka malam ini melawan Celta Vigo.
“Tiga poin adalah misi utama kami dan berhasil didapat (meski dengan rotasi, Red),” ujar Flick kepada Mundo Deportivo.
Rotasi besar yang dilakukan pelatih asal Jerman itu bukan tanpa alasan. FCB tengah menghadapi dua laga penting yang bisa menentukan nasib mereka musim ini. Pada 7 Mei mendatang, mereka akan melakoni second leg semifinal Liga Champions menghadapi Inter Milan.
Setelah bermain imbang 3-3 di leg pertama, FCB akan menghadapi tekanan berat karena laga penentuan berlangsung di kandang lawan, Stadio Giuseppe Meazza.
Tak sampai seminggu berselang, FCB kembali akan bertarung dalam laga El Clasico kontra Real Madrid pada jornada ke-35. Pertandingan ini menjadi sangat krusial dalam perburuan gelar La Liga. Meski bermain di kandang sendiri, Estadio Lluis Companys, tekanan justru bisa semakin besar bagi pasukan Flick.
Dua laga tersebut menjadi kunci FCB untuk merealisasikan ambisi meraih quadruple musim ini. Sebelumnya, mereka telah mengamankan dua gelar yakni Supercopa de Espana dan Copa del Rey, dengan kemenangan atas Real Madrid di kedua final.
Keberanian Flick memainkan skuad pelapis dengan strategi matang menunjukkan fokus jangka panjang FCB untuk menyapu bersih semua gelar musim ini. Rotasi bukan sekadar pertaruhan, melainkan bagian dari skenario besar menuju kejayaan. [dio/suf]






