Surabaya (beritajatim.com) – FKG UM Surabaya segera membuka pendaftaran mahasiswa baru angkatan pertama dalam waktu dekat, tepatnya awal Mei 2023 mendatang.
Ada 25 kuota yang disediakan bagi calon mahasiswa baru di dua program studi (prodi). Dua prodi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah (FKG UM) tersebut yakni Program Sarjana Kedokteran Gigi dan Prodi Pendidikan Profesi Kedokteran Gigi.
Dibukanya ijin operasional ini, sekaligus melengkapi prodi di bidang kesehatan yang sudah dimiliki UM Surabaya sejak 2016 silam. Beberapa prodi tersebut yakni keperawatan, kebidanan, Teknologi Laboratorium Medik (TLM), Fisioteraphy, dan Farmasi.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/jalan-rusak-di-blitar-capai-300-km-mayoritas-di-selatan/
“Kami ingin melengkapi bidang kesehatan dengan prodi Sarjana Kedokteran Gigi dan prodi Profesi Dokter Gigi yang masuk di FKG. Kita sudah mendapat ijin operasional 28 Maret 2023,” ujar Rektor UM Surabaya Sukadiono, Kamis (27/4/2023).
Suko menjelaskan, pendaftaran pada awal Mei mendatang rencananya dilakukan melalui LIPMB (Lembaga Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru). Sementara tes tulis (CBT) akan dilakukan pada pertengahan Juni 2023 mendatang.
Saat ini, lanjut dia, FKG UM Surabaya memiliki 8 dosen program Sarjana Kedokteran, dan 11 dosen Profesi Kedokteran. Artinya, jumlah ini telah melampaui ketentuan yang dipersyaratkan. “Insya Allah kita sudah sangat siap karena SDM sudah memenuhi, lebih jumlahnya dari yang ditentukan,” katanya.

Terkait sarana dan prasarana, Suko menyebut jika pihaknya sudah melengkapi kebutuhan lab dasar untuk perkualiahan FKG. Seperti Lab Ilmu dan Teknologi Material Kedokteran Gigi (ITMKG), Skill Lab, Lab Biologi Oral dan Radiologi.
“Di skill lab kita punya 25 dental simulator. Kemudian ITMKG berkaitan dengan praktek kedokteran gigi dasar, biologi oral ada di lab mikrobiologi kemudian ada radiologi gigi,” jelasnya.
Nantinya, FKG UM Surabaya juga bakal mengenalkan keilmuan di bidang digital dentristy. Sejatinya, bidang ini untuk spesialis kedokteran gigi. Namun, karena teknologi semakin canggih, pihaknya bakal mengenalkan keilmuaan itu kepada mahasiswa.
“Pada bidang Digitam Dentristy ini jika dulu kala pakai gigi palsu harus menggunakan cetakan lebih dulu, sekarang cukup foto saja sudah bisa proses cetakannya,” ungkapnya.
Sementara terkait RS Gigi Mulut untuk lab profesi dokter gigi, saat ini tengah dilakukan proses studi kelayakan (visibility) prodi sesuai dengan pakta integritas yang disampaikan ke direktorat kelembagaan. “Kita akan menyelesaikan RS Gigi Mulut akhir tahun 2024,” ungkapnya.
Sebagai informasi, dibukanya penerimaan mahasiswa baru FKG UM Surabaya ini merujuk pada SK Kemendikbudristek Nomor 302/E/O/2023 tentang izin pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi. [ipl/kun]






