Malang (beritajatim.com) – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK Unisma) melakukan baiat terhadap 10 orang dokter muslim pada periode ke-38. Acara baiat berlangsung dengan penuh khidmat di gedung pascasarjana lantai 7 Unisma, Rabu (27/7/2024).
Dekan FK Unisma, dr. Rahma Triliana, M.Kes, Ph.D., menyebut bahwa tingkat keterserapan lulusannya saat ini berada pada angka 90 persen bahkan bisa dikatakan 100 persen. Secara karir, lulusan FK Unisma sudah beragam, ada yang menjadi staf, dokter, direktur, maupun mengikuti internship.
“Alhamdulillah 90 sampai 100 persen lulusan kami terserap , setelah lulus mereka menjalani program internship kerja bersama pemerintah selama setahun. Setelah itu, banyak sekali yang masuk ke dunia kerja, ada yang jadi direktur, ada yang sekolah spesialis, ada satu lulusan kami yang menjadi staf di UGM. Ada juga yang menjadi dokter di Jember dan di Rumah Sakit Kanjuruhan Malang,” ungkap dr. Rahma.
Disebutkan Rahma, prosesi baiat ke-38 ini menjadi baiat terakhir dirinya sebagai dekan FK Unisma. Dari segi kelulusan, terdapat 10 mahasiswa yang lulus 100% dengan nilai tertinggi 90,66.
“Nilai 90,66 itu merupakan nilai tertinggi selama saya jadi dekan. 5 tahun terakhir nilai kami biasanya di 90 itu masih belum sampai lebih. Kemudian lulusan periode ini mendapat rata-rata tertinggi selama saya jadi dekan, yakni 85,5 dan juga nilai terendah tertinggi selama saya jadi dekan, yaitu 76,” ungkap Dekan FK Unisma.
Baiat dokter muslim ke-38 ini menurut Rahma begitu luar biasa untuk menutup periode kepemimpinan sebagai dekan. Pasalnya, dokter muda yang dibaiat mencapai prestasi tertinggi dalam ujian nasional UKMPPD (uji kompetensi mahasiswa profesi dokter).
“Secara nasional alhamdulillah periode ini lulus 100%, ini yang ke-14 selama periode saya jadi dekan. Saya membaiat 19 kali, 14 diantaranya 100% lulus. Alhamdulillah FK Unisma mampu mempertahankan 100%,” jelasnya.
Pihaknya menyebut telah terjadi tren peningkatan FK Unisma. Selama ini jika rata-rata nilai masih di 70-an maka pada baiat ke-38 rata-ratanya naik sampai 80-an. Hal itu menunjukkan bahwa tidak hanya nilai tertingginya, tetapi juga secara keseluruhan lulusan FK Unisma kemampuannya ketika diuji secara nasional naik.

“Kenaikan ini berpengaruh pada fakultas, nanti akan berpengaruh pada akreditasi. Selain itu, juga berpengaruh kepada pendidikan lanjutan mereka kalau mau ke spesialis atau mereka mau menjalani pendidikan lain itu akan memudahkan mereka untuk menempuh karir mereka selanjutnya,” jelas Rahma.
Raihan ini, menurutnya, tidak terlepas dari kerjasama luar biasa dari FK Unisma dengan pendidikan profesi di rumah sakit. FK Unisma telah menjalani beberapa kerjasama dengan berbagai Rumah Sakit di Jawa Timur, termasuk juga memiliki Rumah Sakit Islam Unisma yang merupakan Rumah Sakit pendidikan.
Ia menyebut, keunggulan lulusan dokter muslim Unisma karena memiliki kapasitas sebagai dokter yang punya bekal masuk pesantren selama 1 tahun. Dengan begitu, dokter ini juga bisa jadi imam yang tidak hanya menjadi dokter tapi juga mampu membimbing.
“Kami harap lulusan FK Unisma menjadi dokter yang bisa membimbing pasien dia selama menjalankan praktek atau melakukan kegiatan lain di tengah masyarakat,” tutup dr. Rahma saat diwawancarai awak media. (dan/but)






