Banyuwangi (beritajatim.com) – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi membuka Program Studi (Prodi) Kedokteran. Kuotanya terbatas hanya 50 mahasiswa melalui jalur mandiri.
Kedokteran ini merupakan prodi terbaru melengkapi tiga prodi lainnya. Di antaranya, Prodi Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Hewan dan Akuakultur.
“UNAIR memperkokoh diri menjadi kampus pertama yang membuka dua buah Program Studi Kedokteran (FK Surabaya dan FIKKIA Banyuwangi) dalam sebuah institusi perguruan tinggi,” ungkap Dekan FIKKIA Unair Banyuwangi, Prof. Dr. Soetojo, Kamis (11/7/2024).
FIKKIA Unair, kata Soetojo, mewujudkan pendidikan kedokteran di Bumi Blambangan sebagai langkah pemerataan dengan mencetak dokter dari daerah untuk negeri. Unair menjamin kualitas pendidikan di Banyuwangi setara dengan Fakultas Kedokteran Unair Surabaya.
“Pendampingan langsung dan dukungan dosen pengajar senior dari FK Unair Surabaya, FIKKIA Unair juga memiliki 29 dosen yang berhomebase di Banyuwangi,” terangnya.
Bedanya, lanjut Soetojo, kedokteran FIKKIA Unair memiliki bidang unggulan travel medicine yang siap mencetak dokter dengan kemampuan profesional dan handal di berbagai medan maupun situasi. Unggulan tersebut didukung dengan laboratorium alam kawasan ljen Geopark yang memiliki berbagai wisata.
“Karena Banyuwangi ini kawasan pariwisata, kami ingin mencetak alumni yang siap dengan kondisi di sini. Kalau di Surabaya itu keunggulan bidang Kedokteran tropis, kalau di sini itu travel medicine,” jelasnya.
Meski demikian, kurikulum yang diterapkan sama dengan FK Unair Surabaya. Akan tetapi, fasilitas maupun laboratorium juga cukup lengkap.
FIKKIA Unair telah memiliki laboratorium seperti anatomi, ketrampilan medis, fisiologi, blokimia, patologi, parasit, bakteriologi mikrobiologi yang telah terintegrasi melalui Laboratorium Terpadu. Fasilitas lain berupa ruang baca, ruang kelas, ruang tutorial dan diskusi, aula, dan mushola.
“Didukung oleh RSUD Blambangan sebagai RS Pendidikan Utama dan sejumlah wahana satelit akan mewadahi mahasiswa Kedokteran FIKKIA UNAIR mengeksplorasi berbagal kasus kesehatan, yakni RSUD Genteng dan RS Unair,” pungkasnya. [rin/beq]






