Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Brawijaya (UB) Malang menegaskan komitmennya menjadi garda depan dalam menyiapkan tenaga ahli gizi profesional menuju masa depan sehat Indonesia Emas.
Dekan FIKES UB, Prof. Dian Handayani, SKM., M.Kes., Ph.D., menjelaskan bahwa meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi harus diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang profesional dan berkompeten.
“Masyarakat masih beranggapan semua lulusan pendidikan gizi otomatis dapat bekerja di rumah sakit atau klinik serta memberikan pelayanan langsung ke klien atau kepada pasien. Padahal, dalam ranah tenaga kesehatan khususnya tenaga gizi memiliki jalur pendidikan dan profesi yang spesifik serta regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” ungkapnya, Rabu (22/10/2025).
Menurutnya, Universitas Brawijaya sebagai institusi pendidikan tinggi bertanggung jawab mencetak tenaga kesehatan profesional melalui dua departemen utama, yakni Departemen Keperawatan dan Departemen Gizi. Setiap departemen menaungi tiga program studi, mulai dari S1, profesi, hingga S2, dan seluruhnya telah meraih akreditasi “Unggul” dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAMPTKES).
“Saya ingin berbagi lebih khusus tentang Departemen Gizi, yang menjadi salah satu pilar dalam mencetak ahli gizi profesional di Indonesia,” tegas Profesor Dian.
Ia menambahkan, pendidikan gizi sangat penting dan dibutuhkan tidak hanya di rumah sakit, tetapi juga oleh masyarakat umum yang ingin menjaga berat badan, meningkatkan imunitas, serta mencegah penyakit kronis.
Profesor Dian menjelaskan bahwa pendidikan tenaga gizi di Indonesia memiliki tiga jalur utama—vokasi, akademik, dan profesi—yang diatur dalam berbagai regulasi, termasuk UU No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Pada jalur vokasi, lulusan D3 atau D4 dapat bekerja sebagai tenaga kesehatan setelah lulus uji kompetensi nasional dan memperoleh Surat Tanda Registrasi (STR). Sementara pada jalur akademik, lulusan S1 hingga S3 disebut Nutrisionis Akademik, yang berperan di industri pangan, penelitian, kebijakan publik, hingga edukasi kesehatan.
Jalur ketiga adalah profesi, yakni Profesi Dietisien. “Profesi ini menjadi pembeda antara lulusan sarjana gizi dan ahli gizi profesional yang dapat berpraktik mandiri layaknya profesi lain seperti dokter, ners, dan bidan,” terangnya.
Calon Dietisien wajib menjalani pendidikan profesi (internship) selama sekitar 1.200 jam di rumah sakit, klinik, atau institusi gizi. Mereka mempelajari Nutrition Care Process (NCP), Medical Nutrition Therapy (MNT), hingga penyusunan meal plan bagi pasien penyakit kronis.
“Pentingnya para Dietisien ini, mereka dapat berkolaborasi serta menjadi bagian tim pelayanan kesehatan dengan tenaga medis dokter dan tenaga kesehatan lainnya di setiap institusi pelayanan kesehatan baik itu rumah sakit, klinik, dan praktik mandiri,” tambahnya.
Setelah lulus, mereka mendapatkan sertifikat profesi Dietisien dan tercatat di Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) sebagai Registered Dietitian (RD) yang berhak praktik secara profesional.
“Saat ini UB Malang sudah mencetak ahli gizi masa depan yang siap praktik mandiri sesuai kompetensi. Siap berkontribusi untuk negeri,” ujarnya.
Profesor Dian menegaskan, Departemen Gizi FIKES UB menyelenggarakan program S1 Ilmu Gizi, Profesi Dietisien, dan Magister Ilmu Gizi, semuanya terakreditasi “Unggul”. Mahasiswa juga dibekali fasilitas laboratorium modern, platform e-learning (LMS Brone), serta kurikulum berbasis kebutuhan dunia kerja dan riset global.
“Kami hadir sebagai bagian dari gizi nasional. Universitas Brawijaya tidak hanya fokus pada jumlah lulusan, tetapi pada kualitas dan kesiapan mereka untuk berpraktik secara profesional,” tegasnya.
Ia menambahkan, regulasi bukan untuk membatasi, melainkan untuk melindungi masyarakat dan menjamin mutu layanan. “Pendidikan gizi yang bermutu melahirkan tenaga gizi yang terpercaya. Dan FIKES UB siap menjadi bagian dari perubahan besar itu,” tutup Profesor Dian. [yog/ian]






