Ringkasan Berita:
- Fakultas Hukum UB menjalin kerja sama dengan perusahaan keamanan siber Rusia.
- Kolaborasi difokuskan pada pengembangan pendidikan hukum keamanan siber.
- FH UB akan membangun Cybersecurity Academy dan pusat sertifikasi.
- Kerja sama mencakup riset, pelatihan dosen, hingga platform simulasi siber.
Malang (beritajatim.com) – Fakultas Hukum Universitas Brawijaya mengambil langkah strategis dalam menghadapi meningkatnya ancaman kejahatan digital global dengan menggandeng perusahaan keamanan siber asal Rusia, JSC Positive Technologies.
Kolaborasi internasional tersebut ditandai melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) yang berlangsung di Kazan, Federasi Rusia, Kamis (14/5/2026).
Kerja sama ini memadukan penguatan aspek regulasi hukum dengan pengembangan teknologi pertahanan digital untuk mendukung pendidikan hukum keamanan siber atau cybersecurity law.
Penandatanganan MoA dilakukan langsung oleh Dekan FH UB, Aan Eko Widiarto bersama perwakilan JSC Positive Technologies, Alexander Korolev.
Prosesi tersebut turut disaksikan Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Brawijaya, Unti Ludigdo.
Kerja sama ini menjadi bagian dari penguatan internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus pengembangan kapasitas akademik di bidang hukum keamanan siber.
Aan Eko Widiarto menilai kolaborasi tersebut menjadi jawaban konkret terhadap tantangan ruang siber yang terus berkembang pesat.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan penguatan regulasi hukum agar mampu menjawab ancaman kejahatan digital modern.
“Kerja sama ini menjadi momentum penting bagi FH UB untuk memperkuat pengembangan kajian hukum keamanan siber dan teknologi informasi di tingkat internasional. Tantangan digital saat ini membutuhkan sinergi antara aspek teknologi dan regulasi hukum,” ujar Aan.
JSC Positive Technologies dikenal sebagai salah satu perusahaan keamanan siber terkemuka di Rusia yang bergerak di bidang perlindungan infrastruktur digital, pengujian keamanan sistem informasi, hingga pengembangan solusi keamanan siber untuk pemerintahan dan industri.
Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak sepakat mengembangkan berbagai program kolaboratif di bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi dengan fokus utama pada hukum keamanan siber.
Beberapa program yang akan dikembangkan meliputi pembentukan Cybersecurity Academy di FH UB, pusat pembelajaran keamanan siber untuk sertifikasi, pengembangan proyek pendidikan bersama, hingga pelatihan praktis berbasis simulasi digital.
Selain itu, kerja sama juga mencakup pelatihan dosen, pengembangan mata kuliah baru di bidang hukum keamanan siber, serta implementasi platform simulasi keamanan siber EdTechLab.
Platform tersebut dirancang untuk mendukung pelatihan berbasis praktik langsung atau hands-on training di lingkungan akademik FH UB.
Aan berharap kolaborasi global ini dapat membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen untuk meningkatkan kompetensi di bidang hukum dan teknologi digital.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi ruang pengembangan kompetensi mahasiswa dan dosen, baik dalam riset, publikasi internasional, maupun penguatan keterampilan praktis di bidang keamanan siber,” pungkasnya. [dan/beq]






