Rotterdam (beritajatim.com) – Sebagai satu-satunya wakil Italia di 16 besar Liga Champions musim ini, Inter Milan diharapkan bisa melaju sejauh mungkin. Untungnya, itu dibarengi dengan performa di ajang domestik yang stabil. Mereka berstatus capolista Serie A dan lolos semifinal Coppa Italia.
Tetapi, Feyenoord yang jadi lawan Nerazzurri bukan sekadar tim penggembira. Mereka memiliki motivasi utama dari pelatih baru Robin van Persie. First leg Kamis dini hari merupakan debutnya di Eropa sebagai pelatih.
RvP–julukan Van Persie–enggan mengulang debutnya melatih Feyenoord ketika ditahan NEC Nijmegen 0-0 pada pekan ke-24 Eredivisie (2/3). Apalagi, laga tersebut digelar di De Kuip, Rotterdam.
Melawan Inter, laga juga dimainkan di kandang Feyenoord. Venue yang sama sukses membuat Feyenoord mengalahkan rival sekota Inter, AC Milan, pada playoff knockout. ACM disingkirkan Feyenoord dengan agregat 1-2 dan mereka kalah di De Kuip 0-1.
Motivasi Van Persie bukan sekadar menang di debut Eropa. Melainkan juga membawa Feyenoord berprestasi sebaik mungkin musim ini. Sebab, 16 besar merupakan pencapaian terbaik Feyenoord di Liga Champions. Jika lolos perempat final, maka itu menjadi pencapaian terbaik mereka selanjutnya.
Tetapi, lantaran second leg bakal digelar di Stadio Giuseppe Meazza, Milan, pekan depan maka Feyenoord harus memaksimalkan status kandang di laga Kamis dini hari. Performa Inter lebih meyakinkan jika main kandang dengan persentase kemenangan 78,9 persen hasil dari 15 kemenangan di 19 laga. Bandingkan dengan performa tandang dengan 10 kemenangan dari 18 laga yang berujung rasio 55,55 persen.
Feyenoord jadi tim profesional pertama Van Persie pada 2001-2004 sebelum dia ke Arsenal, Manchester United, dan Fenerbahce. Dia akhirnya kembali ke Feyenoord pada 2018–2019 sebelum pensiun. Van Persie mulai melatih secara profesional musim ini di Heerenveen SC. Tetapi, dia hanya bertahan 26 laga karena mencatatkan 11 kekalahan.
“Sebuah kehormatan bisa kembali ke sini (Feyenoord, Red). Dengan skuad kompetitif saat ini, kami akan memaksimalkannya (untuk hasil terbaik di semua ajang, Red)” papar Van Persie dilansir laman resmi klub. [dio/beq]
Perkiraan pemain
Feyenoord (4-3-3):
22-Wellenreuther (g); 20-Mitchell, 3-Beelen, 33-Hancko (c), 16-Bueno; 17-Ivanusec, 7-Moder, 5-Smal; 23-Moussa, 19-Carranza, 14-Paixao
Pelatih: Robin van Persie
Inter Milan (3-5-2):
Martinez (g); 31-Bisseck, 15-Acerbi, 95-Bastoni; 28-Pavard, 23-Barella, 20-Calhanoglu, 22-Mkhitaryan, 2-Dumfries; Lautaro (c), 9-Thuram
Pelatih: Simone Inzaghi






