Sidoarjo (beritajatim.com) – Beragam pertunjukan seni bakal tampil dalam Festival Seni Munali Patah 2022 yang digelar Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) selama satu minggu, mulai Minggu (4/9/2022) hingga Sabtu (10/9/2022) mendatang.
Ketua Panitia Festival Munali Patah 2022, Mulyono Muksin menyatakan, Festival Seni Munali Patah 2022 mengambil tema utama Merawat Kearifan Lokal Menuju Sidoarjo sebagai Kota Budaya dan sub-tema “Gedruk Gongseng Bertalu”.
Program ini diharapkan bisa menjadi salah satu ikon kegiatan kota Sidoarjo yang berdampak positif dalam perkembangan seni budaya ke depan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”seni”]
“Yaitu membentuk peradaban sosial kemasyarakatan dan ekosistem berkesenian yang lebih baik dan kondusif di wilayah kabupaten Sidoarjo. Selain itu juga acara tersebut diharapkan dapat menumbuh kembangkan dunia kreatif dan memajukan pariwisata Kabupaten Sidoarjo,” katanya di sela pembukaan Festival Seni Munali Patah 2022, di Art Center, Jl Erlangga 67 Sidoarjo, Minggu (4/9/2022) malam.
Mulyono menjelaskan, Festival Seni Munali Patah 2022 berlangsung selama satu minggu, tanggal 4 hingga 10 September 2022. Diadakan di dua tempat, yakni Dekesda Art Center, Jl Erlangga 67 Sidoarjo dan halaman parkir Mal Pelayanan Publik (MPP) Sidoarjo, di kawsan Jalan Lingkar Timur Sidoarjo.
“Pembukaan festival di Dekesda Art Center, tanggal 4 September, hari ini. Terus sampai hari Sabtu, 9 September. Lalu puncak acara hari Minggu, 10 September di halaman parkir MPP,” jelasnya.
Selama seminggu, lanjut dia, Festival Seni Munali Patah menampilkan tari cross culture, banjari, remo Munali Patah, ludruk, karawitan, jaranan, musikalisasi puisi, musik patrol, orasi kebudayaan, orkestra biola, teater, bazaar buku, seni instalasi, dan beberapa pertunjukan seni lain.
Dekesda juga akan memberikan penghargaan Munali Patah Award kepada lima tokoh seni di Sidoarjo. Sedangkan di MPP, Festival diisi dengan hiburan musik dangdut, campursari, dan bazaar UMKM.

Festival Seni Munali Patah 2022 merupakan lanjutan dari program Munali Patah Award ke-1 tahun 2018 dan Munali Patah Award ke-2 tahun 2019.
Ketua Umum Dekesda Ali Aspandi mengatakan, Munali Patah Award sebagai upaya memberikan penghargaan kepada para seniman Sidoarjo yang mempunyai dedikasi kuat untuk mencurahkan seluruh kehidupannya di bidang seni budaya.
“Keberadaannya sedikit banyak telah mempunyai sumbangsih yang tidak kecil nilainya di wilayah Sidoarjo,” urai Ali Aspandi.
Ali menjelaskan, pada tahun 2020 program ini tidak diadakan karena kendala pandemi Covid-19. Adapun pelaksanaan Munali Patah Award ketiga, tahun 2022 ini, diganti nama dengan Festival Seni Munali Patah 2022.
“Tahun ini berbeda dengan pelaksanaan dengan tahun sebelumnya. Selain tetap memberi penghargaan juga ada rangkaian kegiatan kesenian selama sepekan,” terangnya.
Masih menurut Ali Aspandi, sebuah penghargaan mempunyai fungsi ganda. “Selain dapat meningkatkan semangat untuk semakin giat lagi berkarya bagi yang menerima penghargaan, juga dapat merangsang sekaligus menginspirasi pelaku seni dan budaya yang lain agar terpacu untuk berkarya lebih baik lagi,” tandas Ali.
Sekadar diketahui, lahir 17 Mei 1924 di Sidoarjo, Munali Patah telah bermain ludruk sejak sebelum Kemerdekaan Republik Indonesia. Tari remo menjadi spesialisasi paling ditekuni.

Berbekal gemerincing gongseng di kaki, kibasan sampur, dan udeng yang terikat erat di kepala, Munali Patah keliling kampung. Mengobarkan semangat perlawanan terhadap penjajah. Nyawa memang taruhannya.
Tetapi Munali Patah terus menari remo, demi kemerdekaan, demi kesenian rakyat. Sungguh, dedikasi yang dijalani sepanjang hidup.
Munali Patah memang bukan penari sekadar, dia seorang pembaharu. Kisaran tahun 1970-an, Munali Patah gelisah dengan punahnya beberapa tari tradisional. Tari remo termasuk yang terancam punah.
Maka Munali Patah membikin terobosan. Tari remo yang biasa dipentaskan sekitar 45 menit lantas dipadatkan menjadi 10 menit.
Sebenarnya Munali Patah tidak banyak mengubah ragam gerak tari remo konvensional. Tetapi Munali Patah menghapus ragam gerak tari yang berulang-ulang, menghilangkan ragam gerak tari semiotif dengan memertimbangkan aspek musik seleh gending, menghilangkan kidungan, memercepat irama.
Artinya, ia tetap memertahankan konsep tari remo sekaligus memberinya variasi sehingga tercipta tari remo gaya Munali Patah. Gaya tari remo yang lebih segar, menjawab perkembangan zaman.
Ada terobosan lain dari Munali Patah. Demi upaya pelestarian dan pengembangan, Munali Patah berani memisahkan tari remo dari ludruk. Sehingga tari remo bisa tetap menjadi bagian dari pementasan ludruk dan tari remo bisa pula dipentaskan secara mandiri. Maka sejak itu, Munali Patah banyak mengajarkan tari remo kepada masyarakat umum, bukan terbatas pada orang-orang ludruk.
Sejauh-jauhnya pembaharuan, Munali Patah kukuh memegang prinsip bahwa keindahan tari remo bersumber dari keindahan hati. Rasa solah. Rasa keindahan dari dalam hati yang mendorong tubuh seseorang untuk melakukan serangkaian gerak tari remo: gagah, sigap, anteng, dan tanggap. (isa/kun)






